Wakil Dekan Fakultas Hukum Unimal Soroti Kebangkitan Nasional

  • 21 Mei 2026 09:58 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 20 Mei 2026 menjadi momentum penting untuk membangkitkan semangat generasi muda menghadapi tantangan zaman di era digital. Hal tersebut disampaikan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh, Dr. Hadi Iskandar, S.H., M.H., CPM., CP.Arb., CPLA., dalam dialog bersama Radio Republik Indonesia memperingati Harkitnas ke-118.

Menurutnya, Hari Kebangkitan Nasional bukan sekadar mengenang lahirnya organisasi Budi Utomo tahun 1908, tetapi menjadi pengingat bahwa kemajuan bangsa lahir dari kesadaran, persatuan, dan perjuangan generasi muda. Jika dahulu perjuangan dilakukan melawan penjajahan fisik, maka saat ini generasi muda menghadapi tantangan moral, sosial, ekonomi, teknologi, hingga krisis identitas kebangsaan.

“Hari kebangkitan nasional hari ini adalah bagaimana generasi muda mampu bangkit menjadi pribadi yang cerdas, kritis, berintegritas, dan tetap memiliki semangat cinta tanah air,” ujar Hadi Iskandar.

Ia menilai perkembangan teknologi, media sosial, hingga kecerdasan buatan memberikan banyak manfaat, namun juga menghadirkan ancaman seperti budaya instan, rendahnya literasi, penyebaran hoaks, perundungan digital, hingga polarisasi di ruang media sosial.

Karena itu, mahasiswa dan pelajar disebut memiliki peran strategis sebagai agen pendidikan dan literasi digital. Generasi muda harus mampu membedakan informasi yang benar dan menyesatkan serta aktif melawan ujaran kebencian yang dapat memecah persatuan bangsa.

Selain itu, mahasiswa dan pelajar juga didorong menjadi agen perubahan sosial dengan peduli terhadap isu pendidikan, lingkungan, kemiskinan, keadilan sosial, dan pemberantasan korupsi melalui organisasi, penelitian, kegiatan sosial, hingga kampanye edukatif di ruang digital.

“Mahasiswa dan pelajar tidak boleh hanya menjadi penonton perkembangan dunia, tetapi harus mampu menjadi pelaku perubahan, inovator, dan hadir bagi persoalan masyarakat, bangsa, dan negara,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Hadi juga menegaskan pentingnya menjaga tunas bangsa sebagai bagian dari menjaga kedaulatan negara. Menurutnya, kualitas generasi muda menentukan masa depan Indonesia di tengah tantangan global yang semakin kompleks.

Ia menyebut ancaman bangsa saat ini tidak selalu datang melalui perang, tetapi juga melalui kerusakan moral, narkoba, radikalisme, kriminalitas digital, dan lunturnya rasa cinta tanah air.

“Kedaulatan negara tidak hanya diukur dari kekuatan militer atau kekayaan alam, tetapi juga dari kualitas manusianya. Generasi muda yang cerdas, sehat, kreatif, dan berkarakter akan mampu menjaga identitas dan stabilitas bangsa,” tuturnya.

Di akhir penyampaiannya, Hadi Iskandar mengajak seluruh generasi muda, khususnya mahasiswa dan pelajar di Aceh dan Kota Lhokseumawe, untuk terus meningkatkan kualitas diri, memperkuat persatuan, serta menjadi pelopor perubahan menuju Indonesia yang maju dan sejahtera.

“Selamat Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2026. Semoga momentum ini menjadikan kita lebih baik lagi ke depan,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....