Game Online Roblox Berdampak Buruk pada Psikolog Anak

  • 21 Apr 2026 11:08 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Game online Roblox semakin populer di kalangan anak-anak dan remaja. Namun, di balik kepopulerannya, muncul kekhawatiran serius dari kalangan ahli kesehatan mental anak. Salah seorang psikolog anak, Dr. Andini Prameswari, M.Psi., mengungkapkan bahwa game tersebut dapat membawa dampak negatif terhadap perkembangan perilaku dan sosial anak.

Dalam wawancaranya, Dr. Andini menyoroti beberapa masalah utama yang mulai muncul akibat kecanduan bermain Roblox.

“Banyak anak yang mulai kehilangan kemampuan berinteraksi secara langsung dengan teman sebaya. Mereka lebih memilih menghabiskan waktu di dunia virtual daripada bermain dan bersosialisasi secara nyata,” ujarnya. Selasa 21 April 2026.

Tak hanya itu, ia juga menambahkan bahwa penggunaan bahasa yang tidak pantas mulai muncul dari anak-anak yang sering bermain Roblox.

“Kami menerima banyak laporan dari orang tua mengenai anak-anak mereka yang mulai berkata kasar atau menggunakan kata-kata tidak pantas, yang diduga berasal dari interaksi mereka di dalam game,” tambah Dr. Andini.

Lebih mengkhawatirkan lagi, beberapa konten dalam game Roblox ternyata mengandung unsur kekerasan dan bahkan seksual yang tidak sesuai untuk usia anak-anak. Meskipun game ini memiliki sistem pemantauan, namun konten buatan pengguna (user-generated content) sering kali lolos dari pengawasan.

“Game ini bersifat terbuka, artinya siapa pun bisa membuat dan membagikan konten. Ini yang membuat anak-anak sangat rentan terpapar adegan kekerasan bahkan konten seksual yang terselip secara tidak langsung,” jelasnya.

Untuk itu, Dr. Andini menekankan pentingnya peran aktif orang tua dalam mengawasi dan membatasi akses anak terhadap game online. Ia juga mengimbau agar pemerintah dan pihak terkait meningkatkan regulasi dan pengawasan terhadap game yang banyak dimainkan oleh anak-anak.

“Jangan sampai karena kelalaian, anak-anak kita tumbuh dengan pola pikir yang menyimpang dan kehilangan kemampuan sosial yang seharusnya mereka miliki di masa tumbuh kembang,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....