Pemko Lhokseumawe dan Satgas PRR Evaluasi Pemulihan Pascabencana

  • 01 Sep 2026 15:06 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Pemerintah Kota Lhokseumawe bersama Tim Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) memperkuat upaya pemulihan pascabencana melalui monitoring dan evaluasi sejumlah pembangunan infrastruktur di wilayah terdampak.

Kegiatan yang berlangsung Selasa, 1 September 2026, diawali dengan rapat koordinasi di Aula Kantor Wali Kota Lhokseumawe. Pertemuan tersebut membahas perkembangan rehabilitasi dan rekonstruksi, termasuk kondisi infrastruktur serta sejumlah lokasi yang masih membutuhkan penanganan lanjutan.

Sejumlah personel Satgas PRR turut hadir, di antaranya Laksma TNI Nouldy J. Tangka, S.A.P., M.Tr.Opsla., CHRMP dari TNI, Kombespol Suwinto, S.H., S.I.K. dari Polri, Dr. Muhammad Tiggy Rhezandy, S.Sos., M.M. dari Kementan, Alfiana Nur Az Zahra, S.Hub.Int. dari Kemendikdasmen, Agung Dwi H., S.T., M.S.F. beserta tim ahli, serta Tengku Syifa Azzhara, A.Md. dari BNPB.

Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Sayuti Abubakar, S.H., M.H., mengatakan monitoring lapangan penting untuk memastikan program pemulihan tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat terdampak.

“Pemko Lhokseumawe telah melakukan revitalisasi waduk dan normalisasi saluran irigasi untuk pemulihan pascabencana. Kami mengapresiasi Satgas PRR dalam evaluasi dan monitoring ini agar proses pemulihan berjalan tepat sasaran dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Sayuti.

Usai rapat, tim Satgas PRR bersama Forkopimda Kota Lhokseumawe turun langsung meninjau sejumlah lokasi. Salah satunya Waduk Pusong di Kecamatan Banda Sakti, yang memiliki luas sekitar 40 hektare dan berfungsi sebagai salah satu infrastruktur pengendali banjir.

Tim kemudian meninjau pembangunan hunian tetap (huntap) di Gampong Padang Sakti, Kecamatan Muara Satu. Peninjauan dilakukan untuk melihat perkembangan pembangunan sekaligus mengidentifikasi kebutuhan dan kendala yang masih ditemukan di lapangan.

Monitoring juga dilakukan di kawasan Ujong Pacu dengan meninjau lahan tambak dan pertanian. Dari lokasi tersebut, tim melihat kondisi sektor pertanian serta infrastruktur pendukung yang membutuhkan penanganan setelah bencana.

Selanjutnya, tim menuju kawasan Cot Trieng untuk melihat kondisi saluran irigasi tersier dan kebutuhan normalisasi. Infrastruktur irigasi dinilai penting untuk memastikan aktivitas pertanian masyarakat dapat kembali berjalan secara optimal.

Hasil monitoring lapangan akan menjadi bahan evaluasi dan dasar tindak lanjut bersama antara Pemko Lhokseumawe, Satgas PRR Pusat dan pihak terkait. Pemerintah berharap koordinasi lintas sektor dapat mempercepat pemulihan infrastruktur sekaligus mengembalikan aktivitas masyarakat terdampak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....