Bupati Aceh Timur Temui BNPB, Minta Percepatan Pencairan Dana bagi Korban Banjir

  • 06 Agt 2026 22:41 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID,Jakarta – Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., meminta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mempercepat proses pencairan dana stimulan rumah rusak ringan (RR) dan rumah rusak sedang (RS) tahap II bagi korban banjir Aceh Timur.

Permintaan tersebut disampaikan saat bersilaturahmi dan melakukan koordinasi dengan jajaran BNPB Pusat di Kantor BNPB, Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Kamis 6 Agustus 2026).

Rombongan Bupati Aceh Timur diterima langsung oleh Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB, Jarwansyah, bersama sejumlah pejabat BNPB lainnya.

Dalam pertemuan tersebut, Al-Farlaky menyampaikan bahwa masyarakat korban banjir terus mempertanyakan kepastian pencairan dana stimulan tahap II.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Aceh Timur berharap BNPB dapat mempercepat seluruh proses administrasi dan penyaluran agar bantuan segera diterima masyarakat.

"Setiap turun ke lapangan masyarakat selalu bertanya kapan dana stimulan tahap kedua dicairkan. Kami berharap proses ini dapat dipercepat sehingga masyarakat segera menerima haknya," kata Al-Farlaky.

Bupati Al-Farlaky juga sempat melakukan komunikasi melalui video call whatshap dengan Kepala BNPB Letjend Suharyanto untuk menyampaikan aspirasi korban banjir Aceh Timur. Saat kedatangan Al-Farlaky, Kaban BNPB sedang melakukan kunjungan kerja ke daerah.

Menurut Al-Farlaky, apabila proses pencairan tahap II terus mengalami keterlambatan, kondisi tersebut dikhawatirkan memicu berbagai dinamika di tengah masyarakat. Bahkan, beberapa kali para korban banjir telah menyampaikan aspirasi melalui aksi demonstrasi agar bantuan segera direalisasikan.

"Kami berharap tahap kedua ini dapat segera diproses dan direalisasikan sehingga persoalan rehabilitasi rumah masyarakat dapat segera diselesaikan," pintanya.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga memaparkan perkembangan penyaluran dana stimulan pascabanjir di Aceh Timur. Berdasarkan data sementara, penerima bantuan rumah rusak ringan mencapai 2.707 unit dengan total anggaran Rp40,605 miliar. Sementara penerima bantuan rumah rusak sedang sebanyak 2.611 unit dengan total anggaran Rp78,330 miliar. Dengan demikian, total anggaran dana stimulan yang dialokasikan mencapai Rp118,935 miliar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....