Pembudidaya Tambak di Aceh Timur Terima Benur Udang Vaname dari KKP

  • 16 Sep 2026 16:53 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID,Aceh Timur - Pemerintah Kabupaten Aceh Timur mulai mendorong pemulihan sektor perikanan budidaya yang terdampak banjir melalui penebaran perdana 4,2 juta ekor benur udang vaname bantuan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI Tahun Anggaran 2026.

Penebaran benur tersebut dilakukan secara simbolis di Gampong Matang Peulawi, Kecamatan Peureulak, Rabu 16 September 2026. sebagai bagian dari program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana bagi masyarakat pembudidaya yang terdampak banjir.

Bantuan tersebut diperuntukkan bagi lima gampong di Kecamatan Peureulak yang telah siap melakukan penebaran, yakni Gampong Matang Peulawi, Cot Keh, Cot Muda Itam, Pasir Putih dan Paya Lipah

Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky mengatakan, pemulihan sektor perikanan menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah setelah banjir memberikan dampak cukup besar terhadap usaha masyarakat, baik di sektor perikanan budidaya maupun perikanan tangkap.

“Pascabanjir, kita terus melakukan pendataan terhadap sektor perikanan, mulai dari kerusakan tambak hingga kapal-kapal nelayan. Kita ingin memastikan masyarakat yang terdampak mendapatkan perhatian dan dukungan untuk kembali menjalankan usahanya,” kata Al-Farlaky.

Menurut Al-Farlaky, Aceh Timur memiliki potensi besar di sektor perikanan, khususnya budidaya tambak. Kabupaten Aceh Timur memiliki sekitar 18.810 hektare lahan tambak yang tersebar di wilayah pesisir.

Khusus Kecamatan Peureulak, terdapat sekitar 2.156 hektare lahan tambak yang dikelola masyarakat. Dari luasan tersebut, sekitar 313 hektare lahan tambak terdampak banjir.

“Banjir tidak hanya merusak petakan tambak dan kolam, tetapi juga menyebabkan tanggul jebol, pintu air rusak serta terjadi pendangkalan saluran akibat sedimentasi lumpur yang menghambat sirkulasi air,” ujarnya.

Karena itu, kata Al-Farlaky, bantuan benih dari KKP RI menjadi salah satu langkah awal untuk menghidupkan kembali aktivitas budidaya masyarakat yang terdampak bencana.

Melalui UPT Balai Perikanan Budidaya Air Payau Ujung Batee, KKP RI menyalurkan sebanyak 4.200.000 ekor benur udang vaname untuk lahan seluas 120 hektare.

Al-Farlaky menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan RI melalui UPT Balai Perikanan Budidaya Air Payau Ujung Batee yang telah memberikan dukungan terhadap upaya pemulihan ekonomi masyarakat Aceh Timur pascabencana.

“Penebaran hari ini merupakan langkah awal secara simbolis di Kecamatan Peureulak. Selanjutnya, program ini kita harapkan dapat dilanjutkan ke kecamatan-kecamatan lain yang juga terdampak banjir,” katanya.

Ia berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat penerima sehingga usaha tambak kembali produktif dan secara bertahap mampu memulihkan pendapatan serta perekonomian masyarakat.

“Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat bisa kembali berusaha. Pemerintah daerah akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar dukungan untuk pemulihan sektor perikanan di Aceh Timur dapat terus berlanjut,” ujar Al-Farlaky.

Ia menegaskan, sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat diperlukan untuk mempercepat pemulihan sektor perikanan sekaligus memperkuat kembali perekonomian masyarakat yang terdampak banjir.

"Pemerintah kabupaten tidak berdiam dan terus mengawal program rehab rekon ini di segala lini usulan bantuan. Tentunya kita berharap pemerintah pusat tidak meninggalkan kita dan terus mendorong berbagai bantuan untuk pemulihan ekonomi masyarakat,"pungkas Al- Farlaky

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....