Kajari Bireuen Beri Peringatan Keras Soal Kasus Korupsi

  • 24 Okt 2025 13:12 WIB
  •  Lhokseumawe

KBRN, Bireuen : Langkah tegas Kajari Bireuen, Munawal Hadi, dalam membasmi korupsi di tingkat desa kembali menuai apresiasi besar. Sosok yang dikenal berintegritas itu dinobatkan sebagai Bapak Antikorupsi Kabupaten Bireuen oleh Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Bireuen. Penghargaan diserahkan langsung oleh Ketua DPC APDESI Bireuen, Bahrul Fazal, di Kantor Kejaksaan Negeri Bireuen, Kamis (23/10/2025).

Piagam kehormatan tersebut menjadi simbol kepercayaan para aparatur desa terhadap peran strategis kejaksaan dalam menjaga kebersihan tata kelola dana desa. Melalui program Jaksa Jaga Desa, Munawal Hadi sukses membentuk 17 Desa Antikorupsi di wilayah Bireuen — langkah yang dinilai revolusioner dalam mempersempit celah penyalahgunaan anggaran di tingkat akar rumput.

Tak hanya di bidang pencegahan, Kejari Bireuen di bawah kepemimpinan Munawal juga menunjukkan taringnya dalam penindakan. Tercatat 18 penyelidikan dan 12 penyidikan kasus korupsi berhasil ditangani, dengan 11 di antaranya telah bergulir ke meja hijau Tipikor Banda Aceh. Lebih mencengangkan lagi, total Rp4,1 miliar uang negara berhasil diselamatkan dari hasil pengungkapan kasus-kasus tersebut.

“Ini adalah bukti nyata bahwa semangat antikorupsi bukan hanya slogan, melainkan gerakan moral dan hukum yang harus terus diperjuangkan,” tegas Munawal dalam sambutannya. Ia menekankan, langkah-langkah yang dilakukan Kejari Bireuen sejalan dengan visi nasional dalam reformasi birokrasi dan pemberantasan korupsi di seluruh tingkatan pemerintahan.

Munawal mengakhiri pesannya dengan rasa terima kasih kepada seluruh pihak, terutama APDESI Bireuen, yang terus mendukung perjuangan kejaksaan dalam menegakkan keadilan dan integritas. “Kami tidak akan berhenti. Selama masih ada yang berani menyelewengkan uang rakyat, hukum akan datang menjemputnya,” ujarnya tegas.

Rekomendasi Berita