Orang Have Sampai Orang Aring, Bahasa Apa Ini?
- 17 Sep 2026 20:18 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Kalau belakangan kamu melihat komentar seperti “dia orang have banget”, “aku mah orang haven’t”, atau bahkan “orang aring”, mungkin reaksimu cuma satu: hah, apaan? Istilah-istilah ini memang sedang ramai digunakan di media sosial sebagai bahasa gaul yang sengaja dibuat nyeleneh. Wolipop mencatat tren tersebut ramai dibicarakan pengguna Threads dan memasukkan istilah seperti orang have, orang let go, orang clear, hingga orang aring ke dalamnya. Sekilas terdengar seperti bahasa Inggris yang berantakan, tetapi justru permainan kata itulah yang membuatnya lucu dan mudah diikuti.
Salah satu yang paling populer adalah orang have, yang digunakan untuk menyebut seseorang yang dianggap “orang punya”, berkecukupan, atau sedang punya sesuatu. Sementara orang haven’t dipakai sebagai kebalikannya, yaitu orang yang belum atau tidak punya sesuatu. Ada juga orang had, yang mengambil bentuk lampau dari have untuk menggambarkan seseorang yang dulunya punya tetapi sekarang sudah tidak. IDN Times mencatat istilah-istilah tersebut tidak selalu digunakan secara serius, melainkan sering menjadi candaan ketika menggambarkan kondisi ekonomi, gaya hidup, atau keadaan seseorang.
Setelah pola itu dipahami, lahirlah berbagai versi lain yang semakin kreatif. Orang let go dipakai untuk menyebut seseorang yang sudah bisa mengikhlaskan, orang clear untuk orang yang dianggap jelas atau tegas, sedangkan orang not clear menggambarkan seseorang yang membingungkan atau tidak memberikan kepastian. Ada pula orang there is yang dipelesetkan menjadi “orang berada”, orang need untuk orang yang sedang butuh sesuatu, dan orang inside untuk menyebut “orang dalam”. Semakin banyak yang ikut menggunakan polanya, semakin panjang pula daftar istilah yang bermunculan di media sosial.
Lalu ada orang aring, salah satu istilah yang paling bikin orang bertanya-tanya. Dalam tren ini, orang aring digunakan untuk menyebut orang yang bingung, meskipun bentuk tersebut sebenarnya bukan terjemahan bahasa Inggris yang benar. Ada juga orang not yet, orang never have, hingga orang had not yang ikut muncul sebagai variasi. Karena memang dibuat sebagai permainan kata, istilah-istilah tersebut tidak harus mengikuti aturan bahasa Inggris secara konsisten.
| Baca juga: Dari Mana Asal Kata "OK"? |
Kalau dilihat lebih jauh, fenomena ini sebenarnya menunjukkan sesuatu yang menarik tentang cara bahasa berkembang di internet. Balai Bahasa Provinsi Riau mencontohkan orang have, orang had, dan orang inside sebagai bagian dari kreativitas bahasa Gen Z di ruang digital. Menurut artikel tersebut, pengguna media sosial mengambil kata yang sudah tersedia, mencampurkannya, memelintir bentuknya, memberikan nuansa baru, lalu menyebarkannya sampai orang lain ikut memahami dan menggunakannya. Dengan begitu, media sosial bukan hanya tempat orang memakai bahasa, tetapi juga menjadi ruang tempat bentuk-bentuk bahasa baru terus diproduksi dan dinegosiasikan.
Yang membuat tren seperti ini cepat menyebar adalah bentuknya yang sederhana dan gampang dikembangkan. Begitu seseorang memahami pola “orang + kata bahasa Inggris”, mereka bisa membuat versi sendiri dan orang lain tetap dapat menangkap leluconnya. IDN Times juga mencatat bahwa permainan campuran bahasa Indonesia dan Inggris membuat istilah orang have terdengar lucu dan mudah diingat, kemudian berkembang menjadi berbagai variasi lain. Jadi, tidak ada kamus resmi yang menentukan seseorang harus menjadi orang have atau orang haven’t. Istilahnya hidup karena digunakan, dimodifikasi, lalu ditangkap oleh pengguna lain.
Pada akhirnya, orang have sampai orang aring bukanlah bahasa Inggris baru, melainkan contoh bagaimana internet bisa membuat permainan bahasa berkembang menjadi tren. Hari ini mungkin kita bercanda soal siapa yang have, siapa yang haven’t, atau siapa yang sudah let go. Besok bisa saja muncul istilah baru yang awalnya terdengar tidak masuk akal, tetapi tiba-tiba semua orang mengerti maksudnya. Justru di situlah serunya bahasa internet, tidak selalu harus baku untuk bisa dipahami dan tidak selalu harus serius untuk menunjukkan kreativitas. Kalau kamu sudah paham istilah-istilah ini, setidaknya sekarang kamu tidak perlu bengong lagi saat melihat komentar “fix orang have” lewat di beranda. Temukan lebih banyak cerita tentang tren, budaya internet, dan bahasa anak muda hanya di RRI Lhokseumawe.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....