Dari Mana Asal Kata "OK"?
- 31 Mei 2026 14:14 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Hari ini, "OK" mungkin jadi salah satu kata yang paling sering digunakan di dunia. Dipakai saat membalas chat, menyetujui sesuatu, mengakhiri percakapan, bahkan sudah menjadi bagian dari berbagai bahasa. Tapi pernahkah terpikir, dari mana sebenarnya kata "OK" berasal?
Meski terlihat sederhana, asal-usul kata ini ternyata cukup menarik. Menurut Britannica, salah satu teori yang paling banyak diterima menyebut bahwa "OK" muncul di Amerika Serikat pada akhir tahun 1830-an sebagai bagian dari tren humor yang sedang populer saat itu. Pada masa tersebut, orang-orang sengaja menulis singkatan dari kata yang dieja secara salah untuk tujuan lucu.
Contohnya, kata "all correct" sengaja ditulis menjadi "oll korrect", lalu disingkat menjadi "OK". Istilah ini pertama kali tercatat dalam surat kabar Boston Morning Post pada tahun 1839 dan kemudian mulai menyebar ke masyarakat luas.
Popularitasnya semakin meningkat saat pemilihan presiden Amerika Serikat tahun 1840. Pendukung Presiden Martin Van Buren menggunakan julukan "Old Kinderhook" mengacu pada kota asalnya di Kinderhook, New York dan menjadikannya slogan kampanye dengan singkatan "OK". Meskipun asal kata tersebut sebenarnya sudah ada sebelumnya, kampanye ini membantu membuat "OK" semakin dikenal.
Menariknya, kata yang awalnya hanya tren bahasa lokal itu berhasil bertahan hingga sekarang. Bahkan menurut Oxford English Dictionary, "OK" termasuk salah satu kata yang paling dikenal dan paling sering digunakan di dunia. Penggunaannya pun sangat fleksibel. Bisa berarti setuju, memahami, menerima, atau sekadar menandakan bahwa semuanya baik-baik saja.
Di era digital, "OK" bahkan berkembang menjadi berbagai bentuk baru. Ada yang menulis "ok", "oke", "okay", hingga "okey". Meskipun bentuknya berbeda, maknanya tetap mudah dipahami hampir di mana pun.
Tidak banyak kata yang mampu menembus batas bahasa, budaya, dan generasi seperti "OK". Dari sebuah lelucon bahasa di abad ke-19, kata ini berubah menjadi salah satu istilah paling universal yang pernah ada.
Jadi, lain kali saat mengetik "OK" di kolom chat, ingatlah bahwa dua huruf sederhana itu ternyata punya perjalanan sejarah yang jauh lebih panjang daripada yang kita kira.
Kalau dipikir-pikir, mungkin hari ini kamu sudah mengetik "OK" lebih banyak daripada menulis kalimat lengkap.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....