Kenapa Semua Hal Sekarang Disebut “Coded”?
- 16 Sep 2026 13:18 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Pernah lihat seseorang pakai outfit tertentu lalu kolom komentarnya ramai dengan kalimat, “she’s so princess-coded”? Atau melihat karakter film yang tingkahnya terasa terlalu familiar sampai muncul komentar, “he’s literally me-coded”? Belakangan, kata coded memang semakin sering muncul di media sosial dan fandom, bahkan untuk hal-hal yang kelihatannya sangat random. BBC Learning English mencatat penggunaan -coded sebagai slang internet yang kini cukup populer untuk menggambarkan sesuatu yang memiliki kemiripan sifat atau estetika dengan orang, karakter, atau konsep tertentu.
Kalau diterjemahkan mentah-mentah, coded sebenarnya berarti “dikodekan” atau berkaitan dengan kode. Namun dalam bahasa internet, maknanya berubah menjadi semacam cara singkat untuk mengatakan, “Ini mengingatkanku pada sesuatu.” Seseorang bisa disebut student-coded karena perilakunya terasa sangat menggambarkan kehidupan mahasiswa, sementara sebuah pakaian bisa disebut 2000s-coded karena warna, potongan, atau aksesori yang dipakai mengingatkan pada gaya tahun 2000-an. Jadi, coded bukan berarti orang atau benda tersebut benar-benar merupakan hal yang disebutkan, melainkan punya ciri yang membuat orang menghubungkannya dengan hal tersebut.
Menariknya, penggunaan coded tidak sebenarnya bermula dari komentar receh soal outfit. Istilah ini punya sejarah dalam pembicaraan mengenai representasi, terutama ketika karakter fiksi dianggap memiliki ciri identitas tertentu meskipun identitas tersebut tidak pernah dinyatakan secara eksplisit. Salah satu penggunaan yang banyak dibicarakan di internet muncul dalam komunitas fandom, termasuk diskusi mengenai karakter Steven Universe di Tumblr sekitar pertengahan 2010-an. Seiring waktu, penggunaan istilah tersebut meluas dan menjadi jauh lebih fleksibel, sampai akhirnya coded bisa digunakan untuk menyebut hampir segala sesuatu yang mengingatkan seseorang pada karakter, tipe, estetika, atau kepribadian tertentu.
Mungkin karena itulah kata ini terasa sangat cocok dengan cara orang berkomunikasi di internet. Bayangkan harus menjelaskan, “Orang ini punya gaya berpakaian tertentu, cara bicara yang khas, ekspresi tertentu, dan keseluruhan penampilannya mengingatkanku pada karakter antagonis.” Panjang banget. Dengan mengatakan “villain-coded”, semua maksud tersebut bisa diringkas menjadi satu istilah yang langsung dipahami orang yang punya referensi yang sama. BBC Learning English bahkan menyamakan penggunaan -coded ini dengan ungkapan seperti “gives off the vibe of”, hanya saja versi coded terasa lebih singkat dan lebih internet.
| Baca juga: Umur 25 Harus Sudah Jadi Apa? |
Itulah sebabnya kita sekarang bisa menemukan kombinasi yang semakin kreatif. Ada main-character-coded, golden-retriever-coded, princess-coded, villain-coded, sampai sesuatu yang sangat spesifik seperti student-coded. Menariknya, tidak semuanya harus serius atau punya definisi yang benar-benar baku. Dalam banyak kasus, orang sedang bermain-main dengan asosiasi dan referensi bersama, sehingga semakin tepat sebuah istilah menggambarkan “vibe” yang dimaksud, semakin lucu pula hasilnya. Penggunaan coded sendiri memang berkembang dari makna yang lebih spesifik menjadi cara yang lebih umum untuk menunjukkan kemiripan sifat, karakter, atau estetika.
Kalau dipikir-pikir, coded juga punya saudara yang mungkin lebih dulu kita kenal, yaitu -core dan vibes. Cottagecore, misalnya, lebih merujuk pada sebuah estetika atau gaya yang punya karakteristik tertentu. Ketika sesuatu disebut cottagecore-coded, maksudnya lebih kepada benda atau orang tersebut memiliki beberapa ciri yang membuatnya terasa seperti cottagecore, sedangkan cottagecore vibes terdengar lebih longgar, seperti mengatakan bahwa sesuatu memberikan nuansa yang serupa. Ketiganya memang bisa terdengar mirip, tetapi coded terasa seperti sedang menunjuk pada “petunjuk-petunjuk” yang membuat kita menangkap suatu karakter atau referensi.
Mungkin itu juga yang membuat coded begitu mudah berkembang di internet. Kita hidup di tengah dunia yang penuh karakter film, fandom, meme, aesthetic, tren fashion, dan referensi budaya yang terus bercampur setiap hari. Daripada menjelaskan semuanya secara panjang, internet menemukan cara untuk mengemas satu kesan ke dalam satu kata. Jadi ketika seseorang berkomentar, “this is so ___-coded,” mereka sebenarnya sedang melakukan sesuatu yang sangat khas budaya internet: melihat sekumpulan ciri, menghubungkannya dengan sebuah referensi, lalu berharap orang lain melihat hubungan yang sama. Dan kalau orang lain langsung paham, berarti satu kata tadi sudah berhasil melakukan pekerjaannya. Temukan lebih banyak cerita menarik tentang tren, budaya internet, dan hal-hal yang sedang ramai dibicarakan hanya di RRI Lhokseumawe.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....