Pelajar Lhokseumawe Diajak Belajar lewat Film Dokumenter di RRI

  • 23 Agt 2026 21:42 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe – Halaman Kantor RRI Lhokseumawe bakal menjadi ruang belajar alternatif bagi para pelajar melalui program pemutaran film dokumenter bertajuk Layar Indonesia. Kegiatan ini merupakan kolaborasi Aceh Documentary dan RRI Lhokseumawe dengan melibatkan pelajar sekolah se-Kota Lhokseumawe. Minggu 23 Agustus 2026.

Program tersebut menghadirkan tiga film dokumenter karya anak muda Aceh, masing-masing berjudul Bahasa Indatu, Senja Geunaseh Sayang, dan Selubung Kain Putih. Setiap film memiliki durasi sekitar 20 menit dan akan diputar dalam satu rangkaian kegiatan.

Program Manager Aceh Documentary, T. M. Hafidz Ramadhan, bersama enam anggota tim Aceh Documentary menjadi penggerak kegiatan tersebut. Program ini mendapat dukungan dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

Pemutaran film dilaksanakan di halaman Kantor RRI Lhokseumawe dengan menyasar kalangan pelajar sebagai penonton utama. Konsep tersebut diharapkan mampu menghadirkan pengalaman belajar yang berbeda, sekaligus membuka ruang bagi generasi muda untuk mengenal film dokumenter sebagai media edukasi dan refleksi sosial.

Hafidz Ramadhan mengatakan, kegiatan ini tidak sekadar menghadirkan tontonan bagi pelajar, tetapi juga menawarkan cara lain dalam memperoleh pengetahuan.

“Belajar tidak hanya melalui buku. Film juga bisa menjadi media untuk melihat, memahami, dan mempelajari berbagai persoalan kehidupan, budaya serta lingkungan sekitar,” ujar Hafidz.

Menurutnya, film dokumenter memiliki kekuatan untuk menyampaikan pengetahuan berdasarkan realitas yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Karena itu, pelajar diharapkan tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga mampu menangkap pesan, nilai dan perspektif yang disampaikan dalam setiap film.

Tiga film yang diputar membawa cerita dan sudut pandang berbeda. Kehadiran karya-karya tersebut sekaligus menjadi upaya memperkenalkan film dokumenter kepada generasi muda, khususnya pelajar di Kota Lhokseumawe.

Kolaborasi Aceh Documentary dan RRI Lhokseumawe ini juga menjadi ruang untuk mempertemukan dunia pendidikan, kebudayaan, media, dan industri kreatif dalam satu kegiatan.

Melalui Layar Indonesia, para pelajar diharapkan mendapatkan pengalaman baru bahwa proses belajar dapat berlangsung di berbagai ruang dan melalui beragam medium.

Pemilihan halaman Kantor RRI Lhokseumawe sebagai lokasi pemutaran juga memberikan suasana berbeda. Film tidak hanya ditonton di ruang kelas atau gedung pertunjukan, tetapi dihadirkan sebagai bagian dari ruang publik yang dapat mempertemukan pelajar, komunitas, pekerja media, dan pegiat kebudayaan.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap karya film dokumenter serta mendorong tumbuhnya apresiasi generasi muda terhadap karya audiovisual yang mengangkat realitas, budaya dan kehidupan masyarakat.

Dengan dukungan Kementerian Kebudayaan RI serta kerja sama bersama RRI Lhokseumawe, Aceh Documentary berharap pemutaran Layar Indonesia dapat menjadi pemantik bagi pelajar untuk lebih kritis dalam melihat lingkungan sekitar dan menjadikan film sebagai salah satu sumber pembelajaran.

Sebab, di balik layar sebuah film, selalu ada cerita, pengetahuan dan realitas yang dapat menjadi bahan untuk berpikir.

Layar Indonesia bukan sekadar menghadirkan film, tetapi membawa ruang belajar keluar dari kelas menonton, memahami, lalu belajar dari kehidupan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....