Saat Cinta Terlalu Sulit Dipertahankan: Fenomena di Balik Lagu Less Olivia Rodrigo

  • 22 Jul 2026 11:48 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Dalam banyak cerita, cinta selalu digambarkan sebagai sesuatu yang harus dipertahankan. Semakin besar rasa cinta, semakin kuat pula alasan untuk tetap bersama.

Namun, lagu Less dari Olivia Rodrigo justru menawarkan sudut pandang yang berbeda. Salah satu liriknya berbunyi, "If loving me means letting go... I wish you loved me less." Sekilas, kalimat ini terdengar membingungkan. Bukankah seseorang seharusnya ingin dicintai lebih besar, bukan justru lebih sedikit? Ternyata, perasaan seperti ini bukan hanya ada dalam lagu.

Lirik tersebut menggambarkan sebuah situasi ketika seseorang menyadari bahwa orang yang mencintainya memilih pergi, bukan karena rasa cintanya telah hilang, tetapi justru karena ia masih sangat peduli. Sepanjang lagu, Olivia menceritakan perjuangan menghadapi kondisi emosional yang membuat hubungan terasa semakin berat. Orang yang dicintainya melihat penderitaan itu, lalu memilih mengakhiri hubungan karena merasa itulah keputusan yang paling baik bagi keduanya.

Fenomena ini memiliki kemiripan dengan konsep compassionate love, yaitu bentuk cinta yang tidak hanya berfokus pada keinginan memiliki, tetapi juga pada kesejahteraan orang yang dicintai. Menurut psikolog Elaine Hatfield, cinta seperti ini ditandai oleh kepedulian, empati, dan keinginan agar orang lain tetap baik-baik saja, bahkan jika hal tersebut berarti harus mengorbankan kebahagiaan diri sendiri.

Karena itu, kalimat "I wish you loved me less" memiliki makna yang begitu menyakitkan. Seolah-olah, jika rasa cinta itu tidak sebesar sekarang, mungkin semuanya akan lebih mudah. Mungkin mereka akan tetap bertahan meski hubungannya tidak lagi sehat. Mungkin mereka tidak akan cukup peduli untuk mengambil keputusan yang begitu berat.

Padahal, terkadang justru karena seseorang sangat mencintai pasangannya, ia memilih melepaskannya. Keputusan seperti ini memang tidak selalu mudah dipahami. Banyak orang menganggap berakhirnya hubungan berarti rasa cintanya telah hilang. Padahal dalam beberapa situasi, hubungan berakhir karena salah satu atau kedua pihak menyadari bahwa bertahan justru akan terus melukai satu sama lain.

Menurut American Psychological Association (APA), hubungan yang sehat tidak hanya dibangun oleh rasa cinta, tetapi juga oleh kemampuan kedua belah pihak untuk menjaga kesehatan emosional masing-masing. Ketika sebuah hubungan terus dipenuhi penderitaan tanpa ruang untuk pulih, keputusan untuk berpisah terkadang menjadi bentuk kepedulian, bukan semata-mata menyerah.

Tentu saja, tidak semua hubungan yang berakhir berarti itulah keputusan yang paling tepat. Setiap hubungan memiliki cerita dan alasan yang berbeda. Namun, lagu Less mengingatkan bahwa cinta tidak selalu berbentuk perjuangan untuk bertahan. Dalam beberapa keadaan, cinta juga bisa berarti menerima bahwa seseorang membutuhkan ruang untuk sembuh, meski harus berjalan di jalan yang berbeda.

Karena pada akhirnya, cinta bukan hanya tentang siapa yang mampu bertahan paling lama. Kadang, bentuk cinta yang paling sulit justru adalah keberanian untuk melepaskan, demi kebaikan orang yang masih sangat kita sayangi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....