Bagaimana jika Birumu Bukan Biruku?

  • 31 Mei 2026 14:16 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Kita sering menganggap warna sebagai sesuatu yang pasti. Langit itu biru, rumput itu hijau, dan pisang matang itu kuning. Tapi pernahkah terpikir bahwa warna yang kamu lihat mungkin tidak persis sama dengan yang dilihat orang lain?

Pertanyaan ini sudah lama menjadi bahan diskusi dalam dunia sains dan filsafat. Menurut penjelasan dari National Eye Institute, warna sebenarnya bukan sifat yang melekat pada suatu benda. Warna adalah hasil dari cara mata dan otak kita mengolah cahaya yang dipantulkan oleh objek. Dengan kata lain, warna yang kita lihat adalah interpretasi otak terhadap informasi yang diterima mata.

Prosesnya dimulai dari sel-sel khusus di retina yang disebut cone cells. Sel inilah yang membantu manusia membedakan berbagai warna. Namun jumlah dan sensitivitas sel tersebut tidak selalu sama pada setiap orang. Akibatnya, persepsi warna juga bisa sedikit berbeda dari satu individu ke individu lainnya.

Contoh paling jelas adalah kondisi buta warna. Menurut Cleveland Clinic, jutaan orang di seluruh dunia mengalami kesulitan membedakan warna tertentu, terutama merah dan hijau. Bagi mereka, dunia visual terlihat berbeda dibandingkan orang yang memiliki penglihatan warna normal.

Namun perbedaan persepsi warna tidak hanya terjadi pada orang yang mengalami buta warna. Pada tahun 2015, internet pernah dihebohkan oleh foto sebuah gaun yang dikenal sebagai The Dress. Sebagian orang melihat gaun tersebut berwarna biru dan hitam, sementara yang lain yakin warnanya putih dan emas. Fenomena ini menjadi viral karena menunjukkan bahwa otak manusia dapat menginterpretasikan informasi visual yang sama dengan cara yang berbeda.

Para peneliti menjelaskan bahwa perbedaan tersebut berkaitan dengan cara otak memperkirakan pencahayaan di sekitar objek. Ketika otak membuat asumsi yang berbeda tentang sumber cahaya, warna yang terlihat pun bisa berubah. Fenomena ini menunjukkan bahwa melihat ternyata bukan sekadar soal mata, tetapi juga soal bagaimana otak menafsirkan apa yang dilihat.

Menariknya, budaya dan bahasa juga dapat memengaruhi cara manusia memandang warna. Beberapa penelitian yang dibahas oleh BBC Future menunjukkan bahwa masyarakat dengan istilah warna yang berbeda terkadang memiliki cara yang berbeda pula dalam mengelompokkan warna-warna tertentu. Artinya, pengalaman melihat warna tidak hanya dipengaruhi oleh biologi, tetapi juga lingkungan tempat seseorang tumbuh.

Pada akhirnya, warna yang kita lihat setiap hari mungkin tidak sepenuhnya universal seperti yang kita kira. Kita mungkin sepakat menyebutnya "biru" atau "hijau", tetapi pengalaman visual di balik kata-kata itu bisa saja sedikit berbeda untuk setiap orang.

Dan mungkin itulah yang membuat dunia terasa menarik. Bahkan untuk sesuatu yang tampak sesederhana warna, ternyata tidak semua orang melihat hal yang sama.

Kalau dipikir-pikir, bagaimana kalau warna favoritmu ternyata terlihat sedikit berbeda di mata orang lain?

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....