Kenapa Kita Sulit Melepas Barang Lama?

  • 29 Jun 2026 14:59 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Pernah menemukan barang lama yang sebenarnya sudah tidak dipakai, tetapi tetap sulit dibuang?

Baju yang sudah bertahun-tahun tersimpan di lemari, tiket perjalanan dari masa lalu, hadiah kecil dari seseorang, atau benda yang terlihat biasa saja bagi orang lain bisa terasa sangat sulit untuk dilepaskan.

Padahal, secara fungsi mungkin barang tersebut sudah tidak lagi dibutuhkan.

Fenomena ini terjadi karena manusia tidak selalu melihat benda hanya dari nilai kegunaannya. Kadang, sebuah barang memiliki cerita, kenangan, atau perasaan yang membuatnya terasa lebih berharga.

Dalam psikologi, salah satu konsep yang menjelaskan hal ini adalah endowment effect atau efek kepemilikan. Menurut penelitian dari psikolog Richard Thaler, manusia cenderung memberikan nilai lebih tinggi pada sesuatu hanya karena mereka merasa memilikinya.

Sederhananya, sebuah barang bisa terasa lebih berharga setelah menjadi “milik kita”.

Sebuah kaus lama mungkin tidak memiliki harga tinggi di pasaran, tetapi jika kaus tersebut dipakai saat momen tertentu, nilainya berubah karena terhubung dengan pengalaman pribadi. Barang tersebut tidak lagi hanya berupa benda, tetapi menjadi pengingat sebuah cerita.

Inilah alasan kenapa proses beres-beres rumah terkadang terasa lebih sulit secara emosional dibandingkan secara fisik.

Namun, dalam beberapa kasus, kebiasaan menyimpan barang bisa berkembang menjadi sesuatu yang lebih kompleks, yaitu hoarding atau perilaku menimbun barang. Menurut American Psychiatric Association (APA), hoarding disorder adalah kondisi ketika seseorang mengalami kesulitan yang sangat besar untuk membuang atau berpisah dari barang karena merasa perlu menyimpannya, meskipun barang tersebut sudah tidak memiliki fungsi atau menyebabkan masalah dalam kehidupan sehari-hari.

Berbeda dengan sekadar suka menyimpan kenangan, hoarding dapat membuat ruang tinggal menjadi penuh dan mengganggu aktivitas. Barang yang disimpan tidak selalu memiliki nilai nyata, tetapi bisa memiliki makna emosional yang sangat kuat bagi pemiliknya.

Menariknya, hubungan manusia dengan benda memang sangat berkaitan dengan memori. Sebuah foto, buku, atau benda kecil bisa menjadi “penghubung” dengan masa tertentu dalam hidup. Ketika membuang barang tersebut, sebagian orang merasa seperti kehilangan bagian dari cerita mereka sendiri.

Lalu bagaimana membedakan menyimpan kenangan dengan terlalu sulit melepas barang?

Salah satu pertanyaannya adalah: apakah barang itu masih memberikan manfaat atau hanya membuat ruang dan pikiran terasa penuh? Menyimpan beberapa benda bermakna adalah hal yang wajar, tetapi memberi ruang untuk hal baru juga menjadi bagian dari perjalanan hidup.

Pada akhirnya, alasan kita sulit melepas barang lama bukan selalu karena bendanya istimewa. Terkadang, yang sulit dilepaskan bukan barangnya, melainkan kenangan yang melekat di dalamnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....