Kenapa Notifikasi Bikin Cemas?
- 29 Jun 2026 15:10 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Pernah merasa ingin segera mengecek ponsel hanya karena mendengar suara notifikasi? Padahal belum tentu pesan penting, bisa saja hanya promosi, pemberitahuan aplikasi, atau seseorang yang menyukai unggahan kita.
Namun, bunyi kecil dari layar tersebut sering kali cukup untuk menarik perhatian dan membuat kita merasa harus segera melihatnya.
Fenomena ini menjadi bagian dari kehidupan digital sehari-hari. Di tengah banyaknya aplikasi yang kita gunakan, notifikasi hadir sebagai pengingat agar kita kembali membuka layar. Tetapi bagi sebagian orang, notifikasi yang terus muncul justru bisa menciptakan rasa gelisah.
| Baca juga: Tahun 2026, Semuanya Harus Terlihat Estetik |
Salah satu penyebabnya adalah rasa penasaran terhadap sesuatu yang belum diketahui. Dalam psikologi, kondisi ketika seseorang merasa tidak nyaman karena ada informasi yang belum terjawab sering disebut sebagai uncertainty anxiety atau kecemasan terhadap ketidakpastian. Kita tidak tahu siapa yang mengirim pesan, apa isinya, atau apakah ada sesuatu yang harus segera ditanggapi.
Menurut American Psychological Association (APA), teknologi digital dapat memengaruhi cara manusia mengatur perhatian dan merespons informasi. Ketika menerima notifikasi berulang kali, otak terbiasa menganggapnya sebagai sesuatu yang perlu diperiksa, sehingga muncul kebiasaan untuk selalu mengecek perangkat.
Selain itu, beberapa aplikasi memang dirancang untuk mempertahankan perhatian pengguna. Notifikasi dari media sosial, misalnya, tidak hanya memberi informasi, tetapi juga mengingatkan kita tentang interaksi baru: siapa yang menyukai unggahan, siapa yang berkomentar, atau konten apa yang sedang ramai.
| Baca juga: Kenapa Game Santai Justru Lebih Nagih? |
Hal ini berkaitan dengan konsep Fear of Missing Out (FOMO), yaitu rasa takut tertinggal informasi atau momen tertentu. Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Computers in Human Behavior, FOMO berkaitan dengan dorongan seseorang untuk terus memeriksa media sosial agar tidak merasa tertinggal dari lingkungan sosialnya.
Menariknya, tidak semua notifikasi memberikan dampak yang sama. Pesan dari keluarga, pekerjaan, atau informasi penting biasanya dianggap lebih bernilai dibandingkan notifikasi yang hanya mendorong kita kembali membuka aplikasi.
Karena itu, salah satu cara mengurangi rasa cemas akibat notifikasi adalah mulai mengatur ulang pengaturan ponsel. Tidak semua aplikasi perlu mengirimkan pemberitahuan setiap saat. Mematikan notifikasi yang tidak penting, menentukan waktu khusus untuk mengecek pesan, atau memberi jeda tanpa layar dapat membantu mengembalikan kendali atas perhatian kita.
Pada akhirnya, notifikasi bukanlah sesuatu yang sepenuhnya buruk. Teknologi dibuat untuk membantu manusia tetap terhubung dan mendapatkan informasi lebih cepat. Namun, ketika setiap bunyi kecil membuat kita merasa harus segera merespons, mungkin sudah saatnya kita mengatur ulang hubungan dengan perangkat yang kita gunakan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....