Kenapa Gen Z Tidak Suka Ditelfon?
- 29 Jun 2026 14:57 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Pernah melihat seseorang membiarkan panggilan masuk berdering, tetapi beberapa detik kemudian langsung membalas lewat chat?
Bagi sebagian orang, terutama generasi yang tumbuh bersama internet dan smartphone, panggilan telepon yang tiba-tiba justru bisa terasa mengejutkan. Bukan karena tidak ingin berkomunikasi, tetapi karena cara berkomunikasi mereka sudah banyak berubah.
Fenomena “tidak suka ditelepon” sering dikaitkan dengan Gen Z, yaitu generasi yang sejak kecil sudah terbiasa dengan teknologi digital. Bagi banyak dari mereka, pesan singkat dianggap lebih nyaman karena memberikan waktu untuk membaca, berpikir, dan menyusun jawaban sebelum merespons.
Berbeda dengan telepon yang membutuhkan respons langsung.
Ketika seseorang menerima panggilan tanpa pemberitahuan, ada perasaan seperti harus segera “hadir” dan siap berbicara saat itu juga. Menurut Pew Research Center, pola komunikasi generasi muda memang semakin bergeser ke arah komunikasi berbasis teks dan platform digital dibandingkan percakapan suara tradisional.
Bukan berarti Gen Z tidak pernah menelepon. Biasanya, telepon tetap digunakan ketika ada kebutuhan tertentu, seperti membahas sesuatu yang panjang, keadaan darurat, atau hal yang lebih mudah dijelaskan lewat suara. Namun, untuk percakapan sehari-hari, chat sering dianggap lebih praktis.
Selain faktor kenyamanan, ada juga alasan psikologis. Panggilan telepon tidak memberikan banyak konteks sebelum percakapan dimulai. Ketika layar menunjukkan “panggilan masuk” tanpa pesan sebelumnya, muncul pertanyaan seperti: “Ada apa?”, “Apakah sesuatu yang penting?”, atau “Kenapa tidak chat saja?”
Rasa tidak tahu inilah yang membuat sebagian orang merasa sedikit cemas sebelum mengangkat telepon.
Fenomena ini juga melahirkan istilah seperti “phone anxiety” atau kecemasan saat menerima atau melakukan panggilan telepon. Menurut Cleveland Clinic, kondisi ini berkaitan dengan rasa tidak nyaman ketika harus berbicara secara spontan melalui telepon, terutama bagi orang yang lebih terbiasa dengan komunikasi tertulis.
| Baca juga: Tren Inner Child, Gaya Hidup Gen Z |
Menariknya, kebiasaan ini bukan hanya soal generasi. Banyak orang dari berbagai usia juga mulai memilih chat karena komunikasi digital memberikan kontrol lebih besar. Kita bisa membaca ulang pesan, menentukan waktu membalas, dan menghindari percakapan yang tiba-tiba.
Namun, bukan berarti telepon akan hilang sepenuhnya. Ada situasi tertentu yang tetap membutuhkan suara manusia karena nada bicara, emosi, dan penjelasan lebih mudah tersampaikan melalui percakapan langsung.
Pada akhirnya, perbedaan antara telepon dan chat bukan hanya soal teknologi, tetapi tentang perubahan cara manusia merasa nyaman dalam berkomunikasi.
Karena bagi sebagian orang, satu panggilan telepon mungkin hanya butuh beberapa menit. Tetapi bagi sebagian lainnya, sebuah chat singkat bisa terasa jauh lebih mudah untuk dimulai.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....