Cara Otak Kita Mengingat (dan Melupakan)

  • 28 Apr 2026 10:20 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Pernah ngerasa aneh gak? hal kecil kayak lirik lagu lama bisa diingat dengan jelas, tapi hal penting yang baru aja terjadi malah cepat hilang? Kita sering mengira ingatan itu soal “kuat atau lemah”, padahal sebenarnya lebih kompleks dari itu. Otak kita bukan cuma menyimpan, tapi juga memilih mana yang dianggap penting dan mana yang boleh dilepas.

Menurut penjelasan dari Harvard Medical School, proses mengingat dimulai dari tahap encoding, saat otak pertama kali menerima informasi. Kalau kita gak benar-benar fokus saat menerima informasi itu, besar kemungkinan otak juga gak akan menyimpannya dengan baik. Itu sebabnya, hal yang kita alami sambil lalu sering cepat dilupakan.

Setelah itu, informasi masuk ke tahap penyimpanan. Tapi ini bukan seperti menyimpan file di folder yang rapi. Otak justru menyusun ingatan berdasarkan koneksi, emosi, pengalaman, dan konteks. Makanya, sesuatu yang punya “rasa” atau makna biasanya lebih mudah diingat. Hal ini juga dijelaskan oleh American Psychological Association, yang menyebut bahwa emosi punya peran besar dalam memperkuat memori.

Lalu, kenapa kita lupa? Ternyata, lupa itu bukan kesalahan tapi bagian dari sistem. Menurut penelitian yang dirangkum oleh National Institutes of Health, otak memang secara aktif “membersihkan” informasi yang dianggap tidak terlalu penting agar tidak menumpuk. Tanpa proses ini, kita justru bisa kewalahan dengan terlalu banyak hal untuk diingat.

Selain itu, ada juga faktor sederhana: jarang digunakan. Ingatan yang tidak pernah “dipanggil ulang” lama-lama akan memudar. Itulah kenapa kita bisa lupa nama orang yang baru dikenalkan, tapi ingat detail cerita lama yang sering kita pikirkan kembali. Menariknya, kebiasaan sehari-hari juga sangat memengaruhi cara kita mengingat. Multitasking, misalnya, bisa mengganggu proses encoding karena perhatian kita terbagi. Begitu juga dengan kurang tidur yang menurut Sleep Foundation bisa menghambat kemampuan otak dalam menyimpan dan mengkonsolidasikan memori.

Jadi, mengingat itu bukan sekadar “menyimpan”. Tapi soal perhatian, emosi, dan pengulangan. Dan melupakan bukan berarti gagal tapi cara otak memberi ruang untuk hal yang benar-benar penting.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....