Ini 5 Cara Biar Gak Overthinking di Malam Hari

  • 30 Mei 2026 05:04 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Malam hari sering jadi waktu yang paling tenang, tapi justru di saat itulah pikiran terasa paling ramai. Hal-hal yang siang tadi terasa biasa saja tiba-tiba muncul kembali, mulai dari pekerjaan yang belum selesai, percakapan yang terus teringat, hingga kekhawatiran tentang hari esok. Menurut Sleep Foundation, kondisi ini cukup umum terjadi karena saat malam hari gangguan dari luar berkurang sehingga otak memiliki lebih banyak ruang untuk memproses pikiran dan emosi yang tertunda sepanjang hari.

Salah satu cara yang bisa dicoba adalah menuliskan apa yang sedang dipikirkan. Tidak perlu membuat jurnal yang panjang atau rapi, cukup menuangkan isi kepala ke dalam beberapa kalimat. Menurut American Psychological Association, aktivitas menulis dapat membantu mengurangi stres dan membuat pikiran terasa lebih terstruktur.

Selain itu, mengurangi kebiasaan scrolling sebelum tidur juga bisa membantu. Banyak orang menganggap media sosial sebagai hiburan sebelum beristirahat, padahal paparan layar dan informasi yang terus-menerus justru dapat membuat otak tetap aktif. Sleep Foundation menjelaskan bahwa penggunaan perangkat elektronik menjelang tidur dapat memengaruhi kualitas tidur dan membuat seseorang lebih sulit merasa rileks.

Cara lain yang cukup sederhana adalah fokus pada hal-hal yang bisa dikendalikan. Overthinking sering muncul ketika kita terlalu banyak memikirkan kemungkinan yang belum tentu terjadi. Daripada mencoba menyelesaikan semuanya sekaligus, cobalah bertanya pada diri sendiri: "Apa yang bisa aku lakukan sekarang?" Jika jawabannya tidak ada, mungkin masalah tersebut memang belum perlu dipikirkan malam ini.

Latihan pernapasan juga dapat menjadi pilihan. Menurut Mayo Clinic, menarik napas dalam dan menghembuskannya secara perlahan dapat membantu tubuh mengurangi ketegangan dan masuk ke kondisi yang lebih tenang. Teknik ini sederhana, tetapi sering kali efektif untuk membantu meredakan pikiran yang berputar-putar.

Terakhir, cobalah membangun rutinitas malam yang konsisten. Membaca beberapa halaman buku, mendengarkan musik yang menenangkan, atau menyiapkan kebutuhan untuk esok hari dapat memberi sinyal pada tubuh bahwa waktunya beristirahat sudah tiba. Kebiasaan kecil seperti ini membantu otak beralih dari mode "berpikir" ke mode "beristirahat".

Pada akhirnya, overthinking di malam hari adalah hal yang wajar. Namun, bukan berarti harus dibiarkan mengambil alih waktu tidur. Kadang yang kita butuhkan bukan jawaban untuk semua pertanyaan di kepala, melainkan kesempatan untuk berhenti sejenak dan memberi diri sendiri ruang untuk beristirahat.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....