Bidan Ani, Peraih Award Bidan Teladan 2021 Surat Cinta Untuk Bunda
- 22 Jun 2023 14:17 WIB
- Lhokseumawe
KBRN, Lhoksukon: Bidan Ani, begitulah sapaan akrab Nurheriani, S.SiT dikalangan aparatur Medis maupun warga masyarakat di Kecamatan Geureudong Pasee, Kabupaten Aceh Utara.
Ia kini menjadi Pengelola Rumah Tunggu Kelahiran (RTK) UPTD Puskesmas Geureudong Pasee, salah satu Puskesmas kawasan terpencil Kabupaten Aceh Utara.
Saat diajak On Air di RRI Lhokseumawe dalam kesempatan perbincangan Live by Phone program Lhokseumawe Pagi Ini, Kamis (22/06/2023) pagi, bersama Kepala Puskesmas Geureudong Pasee, Ners. Jasroni, S.Kep dan Kepala Bidang (Kabid) Kesmas Dinkes Kabupaten Aceh Utara, Samsul Bahri, S.KM.,MKM, Bidan Ani menuturkan, kawasan Geureudong Pasee masih mengalami sederet kendala klasik kawasan pedalaman. Salah satu sinyal HP yang kerap hilang timbul.
"Ini saya ngobrol dengan RRI harus manjat pohon yang didepan Puskesmas. Tapi, pohonnya enggak tinggi. Jadi, disini ada titik lokasi tertentu yang tertangkap sinyal HP", ungkap Bidan Ani yang sempat mengagetkan Presenter Lhokseumawe Pagi Ini, Denny Pribadi Yusman dan Lia Amalia.
Ditengah kondisi yang serba terkendala itu, Bidan di Geureudong Pasee tetap bersemangat untuk bertugas melayani masyarakat khususnya Ibu Hamil (Bumil).
Sejak diluncurkan program layanan gratis Rumah Tunggu Kelahiran (RTK) di Kabupaten Aceh Utara, dan Ia ditunjuk menjadi pengelolanya, menjadi tantangan tersendiri untuk memaksimalkan manfaat RTK bisa dirasakan oleh para Bumil.
"Karena fasilitas telah kami sediakan semuanya. Gratis tanpa berbayar. Bahkan makan minum anggota keluarga yang mendampingi juga ditanggung dalam program RTK", ujar Bidan yang pernah memperoleh prestasi sebagai Bidan Teladan tingkat provinsi Aceh ini.
Baca Juga: Layanan Gratis RTK di Aceh Utara Juga Layani Bumil Berstatus Isteri Siri
Bidan Ani, juga pernah melakukan Inovasi layanan kesehatan untuk Bumil (Pasien Melahirkan) pada masa Pandemi Covid-19 yaitu "Surat Cinta Untuk Bunda".
"Surat Cinta Untuk Bunda" itu pula yang mengantarkannya memperoleh penghargaan Bidan Teladan tingkat Aceh sekaligus mewakili Aceh ke ajang penghargaan Bidan Teladan tingkat Nasional tahun 2021.
"Inovasi Surat Cinta Untuk Bunda ini awal idenya dicetuskan oleh pak Kapus (Kepala Puskesmas) Jasroni. Saat itukan masa Pandemi. Kondisi serba tidak menentu. Bumil ngak berani datang ke PKM, Bidan pun enggak berani bersentuhan langsung dengan Bumil. Kan semakin kasihan para Bumilnya tidak terpantau maksimal kondisi kesehatannya maupun kesehatan Janin dalam kandungannya. Saat itulah digagas ide Inovasi supaya layanan kesehatan bumil tetap terkontrol ditengah pandemi virus Covid-19", kenang Bidan Ani.
Akhirnya muncul ide pakai surat yang isinya memuat sejumlah Questioner kepada Bumil yang pesan surat itu disampaikan lewat jasa penjaja ikan basah keliling atau dalam bahasa Aceh disebut "Mugee Eungkot" (Mugee Ikan).
"Mugee Ikan itu kita kontrak khusus pak. Setiap harinya mereka yang mengantarkan surat cinta untuk Bunda ke alamat yang dituju", cerita Bidan Ani pula yang diamini Kapus Geureudong Pasee Jasroni.
Surat Cinta Untuk Bunda itu adalah bentuk pelayanan Bidan kepada Bumil pada masa Pandemi Covid-19. Pemantauan yang kita lakukan itu melalui jasa "Mugee Ikan".
"Setiap Mugee Ikan yang masuk ke Geureudong Pasee sebagaimana yang dituturkan Bidan Ani tadi, mereka kita titipkan selembar surat untuk diantarkan ke Desa A misalnya. Dan tugasnya Ibu Hamil menjawab Questioner Ya atau Tidak dirumahnya masing-masing. Setelah selesai menjawab surat balasan itu diantarkan kembali untuk Bidan oleh Mugee Ikan", ungkap Jasroni.
Program Surat Cinta Untuk Bunda itu kemudian mengantarkan Bidan Ani memperoleh penghargaan Bidan Teladan se-Aceh.
Meskipun kemudian program tersebut tidak juara pada tingkat Nasional karena kalah dari Inovasi Bidan asal Lampung yang mengusung program Imunisasi Online masa pandemi.
"Alhamdulillah, ngak sia-sia juga dapat beberapa reward tingkat Nasional meskipun ngak Juara. Diantaranya piagam berupa seragam nakes teladan, Laptop dan dapat uang juga walaupun ngak banyak", cerita Bidan Ani yang sudah 14 tahun bertugas di PKM Geureudong Pasee.
Prestasi Nakes Aceh Utara tak berhenti sampai disitu. Bahkan pada tahun 2022 juga memperoleh juara tingkat Nasional kategori Penyuluh Kesehatan Masyarakat atau Promosi Kesehatan (Promkes).
Penghargaan Promkes tingkat Nasional itu melibatkan beberapa gabungan profesi Nakes seperti Bidan, Perawat, Dokter, Apoteker dan lain-lain.
"Intinya saya siap terus berkarya dan berinovasi demi Anak Negeri", katanya.
Karya-karya dan Inovasi Surat Cinta Untuk Bunda tersebut kini didokumentasikan di Channel YouTube AJL TV Official.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....