Estafet Kavaleri Menyusuri Luka Trauma Anak Aceh
- 06 Feb 2026 18:57 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe : Tidak semua pengabdian prajurit diiringi dentuman senjata. Sebagian justru hadir dalam sunyi, menyusuri sisa-sisa luka bencana, menyeka air mata anak-anak yang sempat kehilangan rasa aman. Itulah wajah lain Kavaleri TNI Angkatan Darat saat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Kavaleri Tahun 2026.
Selama dua hari berturut-turut, 5–6 Februari 2026, Pusat Kesenjataan Kavaleri (Pussenkav) TNI AD melalui Batalyon Kavaleri 11/Macan Setia Cakti (Yonkav 11/MSC) menggelar estafet kemanusiaan di tiga kabupaten yang terdampak bencana hidrometeorologi Aceh Tamiang, Aceh Utara, dan Bener Meriah. Perjalanan ini bukan sekadar agenda peringatan, melainkan ikhtiar menyelamatkan kembali harapan anak-anak Aceh.

Estafet itu dimulai di SD Negeri Air Tenang, Desa Tanah Terban, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis 5 Februari 2026. Di sekolah sederhana yang sempat terendam banjir, prajurit Kavaleri datang membawa tas sekolah, alat tulis, dan yang paling penting perhatian.
Anak-anak yang sebelumnya canggung perlahan tersenyum. Mereka bernyanyi, bermain, mengikuti fun game dan trauma healing bersama prajurit berseragam loreng. Di balik tawa itu, tersimpan kisah rumah yang terendam, buku yang hanyut, dan malam-malam panjang penuh ketakutan.
“Momentum HUT Kavaleri ini kami maknai dengan aksi nyata. Kami ingin anak-anak Aceh kembali nyaman, aman, dan semangat melanjutkan pendidikan,” ujar Komandan Yonkav 11/MSC, Letkol Kav Dani Syahputra, S.A.P.
Seorang murid kelas II menggenggam tas barunya erat-erat. Dengan suara polos ia berkata, “Terima kasih Bapak TNI.” Kalimat sederhana yang membuat banyak mata berkaca-kaca.

Estafet berlanjut ke Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Jumat 6 Februari 2026. Di SD Negeri 7 Langkahan dan Desa Gampong Blang, prajurit Yonkav 11/MSC kembali menebar kehangatan. Sekitar 180 peserta dari unsur TNI, pemerintah daerah, kepolisian, tenaga pendidik, dan masyarakat ikut terlibat.
Trauma healing menjadi pusat kegiatan. Anak-anak diajak mendengarkan dongeng, bernyanyi, menuliskan harapan di pohon impian, hingga berdoa bersama. Perlahan, rasa takut yang lama bersemayam digantikan keberanian. Tangis berubah menjadi tawa.
Sebanyak 148 paket alat tulis sekolah bantuan dari Pussenkav dibagikan. Bagi anak-anak Langkahan, itu bukan sekadar alat belajar melainkan tanda bahwa masa depan mereka masih diperjuangkan.
“Kami ingin anak-anak kembali berani bermimpi, kekuatan TNI bukan hanya pada alutsista, tetapi pada kehadiran saat rakyat membutuhkan sandaran,” kata Letkol Kav Dani.
Perjalanan kemanusiaan itu berakhir di MIN 6 Bener Meriah, Kampung Bener Kelipeh, Kecamatan Bener Kelipah. Di daerah yang masih menyisakan trauma banjir, 50 anak RA/TK dan SD serta 34 tenaga pendidik mengikuti kegiatan bakti sosial dan trauma healing.
Ice breaking, bernyanyi bersama, dongeng pemulihan trauma, pembuatan Pohon Harapan, doa bersama, hingga pembagian paket ATK menjadi jembatan untuk menyalurkan emosi anak-anak secara positif. Wajah-wajah kecil yang semula murung perlahan memancarkan cahaya harapan.
“Kavaleri tidak hanya jaya di masa perang, tetapi juga harus berguna di masa damai,” ungkap perwakilan Yonkav 11/MSC dengan suara bergetar.
Selain kegiatan sosial dan trauma healing, rangkaian HUT ke-76 Kavaleri juga diisi dengan donor darah di Markas Yonkav 11/MSC. Hampir 180 personel dikerahkan dan hingga kini masih berada di lapangan, membantu pemulihan di wilayah Aceh Tamiang, Langkahan, dan akses menuju Bener Meriah.

Pihak sekolah, pemerintah daerah, dan masyarakat menyampaikan apresiasi mendalam. Mereka menilai kehadiran TNI bukan hanya membantu secara fisik, tetapi menyembuhkan luka batin yang tak terlihat.
Estafet kemanusiaan ini menegaskan jati diri Kavaleri TNI Angkatan Darat tangguh di medan tugas, lembut dalam pengabdian, dan setia bersama rakyat. Di balik seragam loreng, ada tangan yang mengusap kepala anak-anak, ada hati yang ikut merasakan duka mereka.
HUT ke-76 Kavaleri bukan hanya tentang usia satuan, tetapi tentang nilai kemanusiaan yang terus hidup menjaga senyum anak-anak Aceh agar tetap tumbuh, meski badai pernah datang.

Sebuah pengabdian yang senyap, namun menggema hingga ke relung hati.
Sesuai dengan semangat luhur “Kavaleri Hebat – Angkatan Darat Kuat, Jaya di Masa Perang, Berguna di Masa Damai.”