Berkat CSR Pertamina, Pemuda Berkarya Lewat Service AC

  • 03 Nov 2025 23:22 WIB
  •  Lhokseumawe

KBRN, Lhokseumawe: Dingin tak selalu soal suhu, tapi juga soal harapan yang tumbuh. Di tengah panasnya persaingan dunia kerja, sekelompok pemuda di lingkungan perusahaan Pertamina Perta Arun Gas (PAG) Lhokseumawe menemukan kesejukan lewat peluang usaha yang datang dari kepedulian sosial. Inilah kisah nyata dari balik program CSR Pertamina PAG, yang tak hanya menyejukkan ruang tapi juga masa depan.

Tinggal di sekitar kawasan industri tidak selalu menjamin kemudahan akses pekerjaan bagi pemuda sekitar. Inilah yang menjadi perhatian khusus Pertamina PAG melalui program Corporate Social Responsibility atau CSR mereka.

Melihat potensi dan kebutuhan pasar, Pertamina PAG Lhokseumawe pada 27 desember 2024, menggulirkan program pelatihan dan bantuan peralatan untuk Usaha Jasa Service AC. Program ini ditujukan untuk para pemuda di 13 Desa lingkungan sekitar perusahaan agar memiliki keahlian dan daya saing.

“Program Service AC ini berawal dari pertemuan kami dengan pihak PAG. Kenapa kita pilih AC, AC ini konsumsi masyarakat yang sangat luas, perkantoran dan kampus kampus, juga ada arahan dari management untuk melakukan studi banding, berapa banyak penggunaan AC, kita hitung banyak, prospek nya bagus iklim juga mendukung“,kata perwakilan 13 Desa Lingkungan T Azhari, jumat (22/8/2025).

Pelatihan diberikan oleh teknisi service AC berpengalaman selama 2 Minggu. Mereka juga dibekali dengan pengetahuan kewirausahaan, mulai dari cara promosi melalui medsos, manajemen pelanggan, hingga pencatatan keuangan sederhana. Salah satu peserta Muktar mengaku sangat bersyukur mendapatkan pelatihan teknisi service AC, Sebagai pengangguran Dirinya memang tidak memiliki skil dibidang tersebut.

"Alhamdulillah, dengan adanya pelatihan ini saya jadi tahu banyak tentang bagaimana cara service AC, ilmu ini sangat berguna, lagi pula sebelumnya saya penganguran bang, sekarang sudah bisa bekerja di usaha ini dengan keahlian ini",ungkapnya.

Pertamina PAG juga memberikan bantuan peralatan lengkap, mulai dari manifold gauge, vacuum pump,toolkit standar hingga dua unit transprotasi becak barang, semua disiapkan untuk mendukung usaha mereka. Kini, mereka membentuk tim jasa service AC mandiri bernama Muda Berjaya yang sudah 10 bulan beroperasi melayani rumah tangga, kantor, bahkan mitra industri lokal.

Saat ini mereka telah memiliki 15 teknisi, dengan omset perhari mencapai 3 juta rupiah. Tak hanya meningkatkan pendapatan, program ini juga membangun kepercayaan diri dan kemandirian pemuda di sekitar perusahaan.

Untuk orderan banyak, mulai dari Lhokseumawe hingga aceh utara menggunakan jasa service AC muda berjaya, dan alhamdulillah kita sudah bisa sewa ruko sendiri, dan rencananya akan menambah armada transportasi”, ungkap Bachtiar Pengelola UD Muda Berjaya.

Dampaknya terasa nyata, di lingkungan yang dulu didominasi pengangguran muda, kini mulai bermunculan tenaga teknisi service AC handal. PJS Manager Corporate Communication & CSR Pertamina Perta Arun Gas, Makmur Raharjo kepada RRI mengatakan, Pelatihan Teknisi Jasa Service AC ini merupakan program CSR unggulan. Tujuannya untuk membantu pemerintah dalam meminimalisir angka pengangguran.

"Dengan adanya jasa servis AC ini kita berharap membantu pemerintah dalam menuntaskan kemiskinan, pengangguran paling prinsip dapat meningkat keamanan di wilayah Perta Arun Gas, dengan adanya pekerja di usia produktif angka kriminal dapat turun',harapnya.

Pertamina PAG mengapreasi semangat dan keseriusan para pemuda menjalankan usaha Jasa Service AC. Meskipun begitu menurut Makmur Raharjo, Program CSR ini harus terus di evaluasi, sehingga memberikan dampak positif bagi perekenomian masyarakat.

"Untuk kedepan kita memiliki CSR lain nya, tapi kita evaluasi dulu CSR yang telah kita salurkan apakah sudah sustain. Untuk Jasa Service AC ini kita katakan telah susai harapan",tutupnya.

Di balik udara sejuk dari AC yang menyala, ada kerja keras dan semangat muda yang terus menyala. Terima kasih untuk Pertamina PAG yang telah menjadi jembatan, dari harapan menuju kenyataan.

Rekomendasi Berita