Anak Tukang Becak Raih Cumlaude di Politeknik Lhokseumawe

  • 18 Okt 2025 23:33 WIB
  •  Lhokseumawe

KBRN, Lhokseumawe: Di balik toga wisuda dan senyum bangga, tersimpan kisah perjuangan luar biasa dari Miftahul Jannah, mahasiswi Program Studi Manajemen Keuangan Sektor Publik Politeknik Negeri Lhokseumawe.

Ia lulus cumlaude dengan IPK 3,52, meski berasal dari keluarga sederhana anak seorang tukang becak barang.

Bagi Miftah, setiap langkah menuju panggung wisuda adalah hasil dari kerja keras, air mata, dan doa seorang ayah yang tak pernah lelah berjuang demi pendidikan anaknya.

Miftah sempat hampir putus kuliah di semester enam karena kondisi ekonomi dan perpisahan orang tuanya. Namun berkat dukungan teman-teman, Ia tetap melanjutkan studi.

Untuk membantu keuangan, Miftah membuat kue dan menitipkannya di koperasi kampus. “Kalau ayah tidak peduli, siapa lagi? Ibu sudah meninggal, kakak punya keluarga masing-masing,” tuturnya dengan mata berkaca.

Setiap hari, sang ayah mengayuh becak barang keliling kota meski tubuhnya tak lagi muda. Penghasilannya tak menentu kadang hanya cukup untuk makan, kadang nyaris tak ada sama sekali.

Namun di tengah teriknya jalanan, ayah Miftah tetap tersenyum saat mengantar pesanan barang. “Kalau ada rezeki lebih, sebagian pasti disisihkan buat saya,” kenang Miftah, mengingat perjuangan sang ayah yang menjadi sumber semangatnya.

Kini, Miftah berharap segera mendapatkan pekerjaan agar bisa membantu sang ayah yang sudah menua. “Saya ingin ayah berhenti bekerja, biar saya yang gantikan,” ucapnya lirih.

Perjuangan Miftah menjadi bukti bahwa tekad dan kasih sayang keluarga mampu menembus segala keterbatasan.

Rekomendasi Berita