Dekranasda Lhokseumawe Libatkan 50 Perempuan dalam Pelatihan Tudung Saji
- 15 Sep 2026 13:54 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe — Ketua Dekranasda Kota Lhokseumawe, Ny. Yulinda Sayuti, membuka Pelatihan Kerajinan Tudung Saji Tahun 2026 di Lembaga Latansa Komputer Cunda, Kecamatan Muara Dua, Selasa, 15 September 2026.
Pelatihan yang diinisiasi Dekranasda Kota Lhokseumawe dan dilaksanakan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Lhokseumawe itu diikuti 50 perempuan dari empat kecamatan.
Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan keterampilan dan kreativitas peserta dalam membuat tudung saji, sekaligus mendorong pengembangan kerajinan lokal yang memiliki nilai budaya dan ekonomi.

Yulinda Sayuti mengatakan, pelatihan tidak hanya memberikan keterampilan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya melestarikan kerajinan tradisional agar tetap dikenal dan dikembangkan generasi penerus.
“Tudung saji ini bukan hanya sekadar kerajinan yang memiliki fungsi dalam kehidupan sehari-hari. Tudung saji juga memiliki nilai budaya dan kearifan lokal yang perlu kita jaga bersama,” ujar Yulinda.
Ia mendorong peserta terus berlatih, berkreasi dan berinovasi sehingga tudung saji dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki ciri khas, berkualitas dan bernilai ekonomi.
Menurutnya, keterampilan tersebut juga dapat menjadi peluang usaha yang membantu meningkatkan pendapatan keluarga.
Sementara itu, Plt. Kepala Disperindagkop dan UKM Kota Lhokseumawe, Nelvia Surimeina, S.E., mengatakan pelatihan merupakan salah satu upaya meningkatkan keterampilan masyarakat sekaligus mendorong pengembangan produk kerajinan lokal.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin peserta tidak hanya mampu membuat tudung saji, tetapi juga memahami bagaimana mengembangkan keterampilan tersebut menjadi produk kerajinan yang lebih kreatif, berkualitas, dan memiliki nilai ekonomi,” katanya.
Nelvia berharap peserta terus mempraktikkan keterampilan yang diperoleh, termasuk mengembangkan desain dan kualitas produk sehingga dapat menjadi bagian dari pengembangan usaha.
Melalui pelatihan tersebut, kerajinan tudung saji diharapkan tetap lestari sebagai bagian dari budaya dan kearifan lokal sekaligus berkembang menjadi produk kreatif yang mampu memberikan nilai
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....