Peluang Bisnis Dengan Strategi Halal Preneurship Digital

  • 05 Sep 2025 23:26 WIB
  •  Lhokseumawe

KBRN, Lhokseumawe: Dunia digital kini menjadi ladang luas bagi siapa saja untuk berwirausaha. Namun di balik peluang besar itu, muncul satu pertanyaan penting: bagaimana caranya bisnis digital tetap halal, jujur, dan membawa keberkahan?

Dalam program Mozaik Indonesia di Pro 1 RRI Lhokseumawe, Jumat (5/9/2025), Dr. Siti Najma, MM, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sultanah Nahrasiyah menjelaskan bahwa halal preneurship digital bukan sekadar usaha berbasis internet, melainkan sebuah jalan wirausaha yang menekankan nilai kejujuran, amanah, dan kepatuhan pada syariat Islam.

“Bisnis digital memang menawarkan kemudahan, tapi tanpa nilai halal, ia akan kehilangan keberkahannya,” tegasnya.

Hal tersebut disampaikan dalam dialog yang bertema “Sukses dengan Halal Preneurship Digital: Strategi dan Inspirasi”.

Menurut Dr. Siti Najma, perbedaan mendasar bisnis digital halal dengan yang lain terletak pada niat dan praktiknya. Mulai dari pemilihan produk, pola transaksi, hingga cara promosi harus menjaga kehalalan. Hal ini penting untuk membangun kepercayaan konsumen. “Sekarang orang bukan cuma cari harga murah, tapi juga jaminan halal dan amanah,” ujarnya.

Bagi pemula, Dr. Siti Najma menyarankan agar tidak terjebak pada obsesi sukses instan. Modal kecil sudah cukup asal dikelola dengan baik, memanfaatkan media sosial secara bijak, dan fokus membangun reputasi. “Lebih baik berkembang pelan tapi konsisten, daripada cepat lalu jatuh,” tambahnya. Ia juga menekankan pentingnya memulai dengan niat lurus agar usaha bernilai ibadah.

Tantangan utama menurutnya adalah persaingan ketat dan gaya hidup instan yang membuat banyak pebisnis muda kurang sabar. Selain itu, penggunaan media sosial harus tetap sesuai etika Islam. Promosi boleh kreatif, tapi jangan menipu atau berlebihan. Ia juga menyinggung peran penting regulasi negara dalam mendukung halal preneurship, baik lewat sertifikasi halal maupun perlindungan konsumen.

Di akhir dialog, Dr. Siti Najma optimistis bahwa masa depan halal preneurship digital ini sangat cerah. Banyaknya generasi muda yang melek teknologi, menjadi modal penting untuk bersaing di tingkat nasional bahkan global.

Menjadi pengusaha, menurutnya, memang tidak mudah. Jalan yang ditempuh sering penuh tantangan. Namun dengan halal sebagai pondasi, kesuksesan itu akan hadir, apalagi di era digital yang membuka peluang lebih luas. Hanya saja, mental harus dikuatkan dan semangat belajar tidak boleh berhenti, karena kunci bertahan dalam dunia bisnis ada pada keuletan dan komitmen untuk terus berkembang.

“Yang penting jangan takut memulai, jangan tergoda cara-cara instan, dan selalu pegang prinsip halal. Sukses akan datang dengan sendirinya,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....