Uang Logam Kembali Berdenyut, Gebrakan BI Lhokseumawe di PQN 2026
- 19 Agt 2026 22:18 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe — Ribuan keping uang logam yang selama ini tersimpan di tengah masyarakat kembali bergerak. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Lhokseumawe menghadirkan JEUMPA LOGAM (Jemput, Tukar, Putar Kembali) dalam rangkaian Pekan QRIS Nasional (PQN) 2026 di Lhokseumawe.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya Bank Indonesia mendorong resirkulasi uang logam agar kembali beredar dan digunakan masyarakat, terutama untuk transaksi dengan nominal kecil. Rabu 19 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut di lakukan pada Minggu (16), Antusiasme warga terlihat dari 100 peserta yang mengikuti penukaran dengan total mencapai 24.589 keping uang logam. Capaian ini menunjukkan masih terdapat potensi uang logam yang tersimpan di masyarakat dan dapat kembali dioptimalkan untuk mendukung kelancaran transaksi tunai.
KPwBI Lhokseumawe menilai keberadaan uang logam tetap memiliki peran penting dalam sistem pembayaran. Melalui JEUMPA LOGAM, masyarakat didorong untuk tidak membiarkan pecahan logam tersimpan begitu saja, tetapi mengembalikannya ke dalam sirkulasi sehingga dapat kembali dimanfaatkan dalam aktivitas ekonomi sehari-hari.
Untuk meningkatkan antusiasme, Bank Indonesia juga menyediakan undian berhadiah bagi peserta penukaran. Hadiah yang disiapkan antara lain smart TV, handphone, sepeda dan blender.
Tak hanya menggerakkan kembali uang logam, momentum PQN 2026 di Lhokseumawe juga ditandai dengan peluncuran BI-LSM (Learning, Sharing, Moving), platform digital edukasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah yang dikembangkan KPwBI Lhokseumawe.
Peluncuran BI-LSM dilakukan oleh Sekretaris Daerah Kota Lhokseumawe bersama Pimpinan Bank Indonesia Lhokseumawe dan dihadiri unsur Forkopimda. Kehadiran platform tersebut menjadi inovasi Bank Indonesia dalam memperluas akses edukasi Rupiah melalui pendekatan digital, interaktif dan lebih dekat dengan masyarakat.
Melalui konsep Learning, Sharing, Moving, BI-LSM mengajak masyarakat untuk belajar mengenai Rupiah, berbagi pengetahuan serta bergerak bersama membangun kepedulian terhadap mata uang negara.
Bagi Bank Indonesia Lhokseumawe, JEUMPA LOGAM dan BI-LSM merupakan dua pendekatan yang saling melengkapi. Jika JEUMPA LOGAM menggerakkan kembali Rupiah secara fisik, BI-LSM memperkuat pemahaman masyarakat mengenai Rupiah melalui ruang digital.
Kedua program tersebut sekaligus mempertegas peran KPwBI Lhokseumawe dalam membangun ekosistem pembayaran yang inklusif serta meningkatkan kecintaan, kebanggaan dan pemahaman masyarakat terhadap Rupiah. Di tengah perkembangan transaksi digital, Bank Indonesia tetap memastikan Rupiah, baik dalam bentuk fisik maupun pemahaman tentang nilainya, terus hadir dan bergerak di tengah kehidupan masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....