Pembayaran Digital Mengubah Lanskap Ekonomi Aceh

  • 14 Agt 2026 21:04 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe — Transformasi ekonomi digital di wilayah kerja Bank Indonesia (BI) Lhokseumawe menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga Juni 2026, transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) telah mencapai Rp1,93 triliun, dengan volume sebanyak 24.002.952 transaksi. Pertumbuhan tersebut menjadi gambaran semakin kuatnya adopsi pembayaran digital di tengah perubahan perilaku masyarakat dan pelaku usaha.

Perkembangan itu turut ditopang oleh meluasnya penggunaan QRIS di kalangan merchant. Hingga Juni 2026, jumlah merchant QRIS di wilayah kerja BI Lhokseumawe mencapai 136.179 merchant. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa digitalisasi pembayaran tidak lagi terbatas pada pusat perdagangan, tetapi semakin menjadi bagian dari aktivitas UMKM dan berbagai sektor ekonomi masyarakat.

Data tersebut disampaikan Kepala Perwakilan BI Lhokseumawe, Yudo Herlambang, dalam kegiatan Temu Media 2026 bertema “Sinergi untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan” di Lhokseumawe, Yudo menegaskan media memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi ekonomi secara akurat, berimbang dan mudah dipahami, sekaligus menjadi jembatan komunikasi antara regulator, pemerintah, dunia usaha dan masyarakat. Jumat (14/8/2026).

Menurut Yudo, perluasan pembayaran digital harus diikuti penguatan literasi dan perlindungan konsumen. Sepanjang Januari hingga Juli 2026, BI Lhokseumawe telah menggelar 15 kegiatan sosialisasi dan edukasi mengenai QRIS dan perlindungan konsumen dengan melibatkan sekitar 3.000 peserta. Edukasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap fraud, scamming, tautan palsu maupun berbagai modus penipuan digital.

BI Lhokseumawe juga mendorong agar digitalisasi pembayaran memberikan dampak lebih luas terhadap perekonomian daerah, khususnya bagi UMKM. Penggunaan QRIS dinilai dapat memberikan kemudahan transaksi sekaligus mendukung pencatatan usaha yang lebih tertib dan membuka peluang pelaku usaha terhubung dengan ekosistem keuangan formal. Karena itu, sinergi pemerintah, perbankan, dunia usaha, masyarakat dan media menjadi penting agar pertumbuhan ekonomi digital berlangsung inklusif.

Melalui semangat “Peukan Kris Meusaree Saree”, Temu Media 2026 diharapkan berkembang menjadi ruang kolaborasi yang berkelanjutan. BI Lhokseumawe bersama media berkomitmen mendorong informasi ekonomi yang edukatif dan berbasis data, sehingga pertumbuhan transaksi digital tidak berhenti pada perubahan cara pembayaran, tetapi mampu memperkuat UMKM, memperluas inklusi keuangan dan menopang pertumbuhan ekonomi Aceh yang aman, inklusif serta berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....