Jangan Simpan Uang di Rekening,Ini Kata Pakar Ekonomi

  • 06 Feb 2026 02:59 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe: Menyimpan uang di rekening bank sering dianggap sebagai cara paling aman untuk mengelola keuangan. Namun, para pakar keuangan mengingatkan masyarakat agar tidak menimbun uang terlalu lama di rekening tanpa perencanaan yang jelas. Pasalnya, kebiasaan tersebut justru bisa menimbulkan kerugian secara finansial.

Perencana keuangan menyebutkan, uang yang hanya disimpan di rekening tabungan berpotensi tergerus inflasi. Nilai uang akan menurun seiring waktu karena kenaikan harga barang dan jasa, sementara bunga tabungan umumnya relatif kecil dan tidak mampu mengimbangi laju inflasi.

“Kalau uang hanya diam di rekening, nilainya tidak bertambah signifikan. Bahkan secara riil, daya belinya bisa menurun,” ujar pengamat ekonomi Yulius Dharma kepada rri.co.id, kamis (5/2/2026).

Selain inflasi, menimbun uang di rekening juga membuat peluang pengembangan aset terlewatkan. Padahal, terdapat berbagai instrumen keuangan yang dapat dimanfaatkan masyarakat sesuai dengan profil risiko, seperti deposito, reksa dana, emas, atau investasi produktif lainnya.

Meski demikian, para ahli tetap mengingatkan pentingnya dana darurat. Masyarakat disarankan untuk tetap menyimpan sejumlah uang di rekening guna memenuhi kebutuhan mendesak, idealnya sebesar tiga hingga enam bulan pengeluaran rutin.

“Yang perlu dihindari bukan menyimpan uang, tetapi menyimpan terlalu banyak tanpa tujuan. Harus ada perencanaan keuangan yang jelas,” tambahnya.

Dengan pengelolaan yang tepat, uang tidak hanya aman tetapi juga bisa berkembang. Masyarakat diharapkan lebih bijak dalam mengatur keuangan, tidak sekadar menimbun uang di rekening, melainkan mengalokasikannya secara seimbang antara kebutuhan, tabungan, dan investasi.

Rekomendasi Berita