Biji Pelastik Mahal, Pelaku Usaha Kian Terpuruk

  • 12 Mar 2026 00:16 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Kenaikan harga biji plastik dalam beberapa waktu terakhir mulai dirasakan oleh pelaku industri, terutama sektor usaha kecil dan menengah yang bergantung pada bahan baku tersebut. Biji plastik yang menjadi bahan utama pembuatan berbagai produk seperti kemasan, botol, dan peralatan rumah tangga mengalami lonjakan harga akibat meningkatnya biaya produksi dan distribusi.

Sejumlah pelaku usaha mengungkapkan bahwa kenaikan harga biji plastik berdampak langsung pada biaya produksi. Jika sebelumnya harga bahan baku relatif stabil, kini banyak produsen harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk memperoleh biji plastik. Kondisi ini membuat sebagian pengusaha terpaksa menyesuaikan harga jual produk mereka di pasaran.

Selain faktor biaya produksi, kenaikan harga juga dipengaruhi oleh kondisi pasokan global. Permintaan yang tinggi dari berbagai negara serta keterbatasan bahan baku minyak sebagai bahan dasar plastik turut mendorong harga biji plastik naik. Fluktuasi nilai tukar juga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi harga impor bahan baku tersebut.

Di sisi lain, para pelaku industri berharap pemerintah dapat memberikan perhatian terhadap kondisi ini. Dukungan berupa stabilisasi harga bahan baku, kemudahan distribusi, hingga dorongan penggunaan bahan plastik daur ulang dinilai dapat menjadi solusi untuk mengurangi tekanan biaya produksi.

Meski demikian, sebagian pengusaha mulai mencari alternatif dengan meningkatkan efisiensi produksi dan memanfaatkan bahan baku daur ulang. Langkah ini diharapkan dapat menekan biaya sekaligus mendukung upaya pengelolaan limbah plastik yang lebih ramah lingkungan.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita