Pasar Global Menguat, Harga Sawit Petani Perlahan Naik
- 07 Mar 2026 18:35 WIB
- Lhokseumawe
RRI CO.ID, Lhokseumawe - Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di tingkat petani di Aceh mulai menunjukkan tren kenaikan menjelang Hari Raya Idulfitri. Pergerakan harga ini dipengaruhi oleh meningkatnya harga crude palm oil (CPO) di pasar global dalam beberapa waktu terakhir.
Ketua DPW Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Aceh, Netap Ginting, mengatakan kenaikan harga CPO menjadi salah satu faktor yang mendorong naiknya harga TBS yang diterima petani di daerah.
Ia menyebutkan harga CPO saat ini tercatat naik dari sekitar Rp14.190 per kilogram menjadi Rp14.950 per kilogram. Kenaikan tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi harga sawit di tingkat petani.
"jika mengacu pada perhitungan pasar, kenaikan harga CPO tersebut seharusnya dapat mendorong harga TBS naik sekitar Rp200 per kilogram di tingkat petani" ujar Netap Sabtu 7 Maret 2026.
Namun berdasarkan pantauan dari 56 pabrik kelapa sawit (PKS) yang membeli hasil panen petani swadaya maupun plasma di Aceh, kenaikan harga TBS yang terjadi saat ini masih relatif kecil.
Netap menyebutkan kenaikan harga TBS yang terjadi di sejumlah pabrik saat ini baru berkisar antara Rp20 hingga Rp60 per kilogram dari harga sebelumnya.
Meski kenaikan tersebut belum terlalu signifikan, Netap menilai kondisi ini tetap menjadi kabar baik bagi petani sawit karena menunjukkan adanya tren positif di pasar global.
Ia berharap tren kenaikan harga sawit ini dapat terus berlanjut dalam beberapa waktu ke depan sehingga mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani sawit di Aceh, khususnya menjelang perayaan Idulfitri.