Difabel Bagian Penting Penanganan Pascabencana

  • 19 Mei 2026 05:02 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Aceh Utara - Sebanyak 101 penyandang disabilitas terdampak banjir di Kabupaten Aceh Utara menerima bantuan alat bantu disabilitas sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana. Bantuan tersebut mendapat apresiasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara karena dinilai sangat dibutuhkan oleh warga difabel yang terdampak banjir dan longsor.

Kepala Pelaksana BPBD Aceh Utara melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Ns Mulyadi, Senin 18 Mei 2026, menyebutkan penyediaan alat bantu bagi penyandang disabilitas merupakan bagian penting dalam penanganan pascabencana yang inklusif dan berkelanjutan.

Menurutnya, penanganan pascabencana tidak hanya fokus pada rehabilitasi fisik infrastruktur, tetapi juga mencakup pemulihan sosial masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti penyandang disabilitas yang membutuhkan perhatian khusus.

Selain penyediaan alat bantu, penanganan pascabencana juga meliputi pendataan kebutuhan korban, rehabilitasi fisik dan psikososial, rekonstruksi yang aksesibel, pemulihan ekonomi inklusif, pendidikan inklusif pascabencana, hingga penguatan kebijakan dan kesiapsiagaan bencana.

Bantuan alat bantu tersebut disalurkan oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Utara melalui Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak bekerja sama dengan CBM Global Disability Inclusion dan YAKKUM Emergency Unit.

Penyaluran bantuan berlangsung di Desa Glumpang Samlakoe, Kabupaten Aceh Utara, dan menjadi bagian dari rangkaian respons kemanusiaan terhadap banjir dan longsor yang melanda wilayah tersebut sejak 8 Desember 2025 lalu.

Para penyandang disabilitas menerima alat bantu sesuai kebutuhan masing-masing, seperti kursi roda, tongkat adaptif, alat bantu jalan, alat bantu dengar, kacamata, serta berbagai perangkat pendukung mobilitas lainnya guna membantu aktivitas sehari-hari.

Distribusi bantuan juga disertai edukasi kepada penyandang disabilitas dan kader kesehatan desa mengenai cara pemasangan, penggunaan, hingga perawatan alat bantu. Edukasi tersebut dilakukan agar alat bantu dapat digunakan secara optimal dan berkelanjutan.

Kegiatan berlangsung dengan melibatkan unsur pemerintah daerah, perangkat desa, relawan kemanusiaan, organisasi penyandang disabilitas, serta masyarakat setempat. Suasana haru dan penuh semangat terlihat saat para penerima manfaat menerima bantuan yang selama ini sangat mereka butuhkan untuk kembali beraktivitas secara mandiri dan bermartabat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....