DKPPP Lhokseumawe Dukung Tanam Perdana Padi Berbasis PM-AAS di Muara Satu

  • 17 Jul 2026 10:46 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID,Lhokseumawe – Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian dan Pangan (DKPPP) Kota Lhokseumawe terus mendorong modernisasi sektor pertanian melalui penerapan teknologi dan inovasi budidaya. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah mendukung penanaman padi perdana masa tanam II berbasis Modern-Advanced Agricultural System (PM-AAS) di Kecamatan Muara Satu.

Kepala DKPPP Kota Lhokseunawe Cut Elya Safitri, SKH., MSM, bersama Tim Bidang Pertanian dan Perkebunan serta para penyuluh pertanian. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan terhadap upaya peningkatan produktivitas pertanian di tingkat petani.

Penanaman padi perdana dilaksanakan di sejumlah lahan persawahan milik petani dan kelompok tani yang berada di Gampong Ujong Pacu dan Gampong Cot Trieng, Kecamatan Muara Satu. Rabu 15 Juli 2026, Kegiatan ini sekaligus menandai dimulainya musim tanam kedua tahun 2026.

Menurut DKPPP, kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mempercepat pemulihan sektor pertanian pascabencana banjir hidrometeorologi yang sempat berdampak pada lahan pertanian di wilayah tersebut.

Pada musim tanam kali ini, petani menerapkan metode TABELA atau Tanam Benih Langsung. Metode ini dinilai lebih efisien karena mampu mengurangi kebutuhan tenaga kerja, mempercepat proses tanam, serta menekan biaya produksi dibandingkan sistem tanam konvensional.

Metode TABELA merupakan salah satu teknologi budidaya yang diterapkan dalam Program Modern-Advanced Agricultural System atau PM-AAS yang diinisiasi oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Program PM-AAS mengedepankan penerapan mekanisasi pertanian, digitalisasi, dan pertanian presisi. Melalui pendekatan tersebut, pemanfaatan sumber daya pertanian diharapkan menjadi lebih efektif sehingga mampu meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen.

Selain meningkatkan hasil produksi, program ini juga diarahkan untuk menciptakan usaha tani yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan.

Dengan demikian, petani diharapkan mampu meningkatkan daya saing sekaligus memperoleh pendapatan yang lebih baik, DKPPP Kota Lhokseumawe bersama para penyuluh pertanian akan terus memberikan pendampingan kepada kelompok tani, mulai dari proses budidaya, pengendalian organisme pengganggu tanaman, hingga penerapan teknologi pertanian yang sesuai dengan kondisi lahan.

Melalui penanaman padi perdana berbasis PM-AAS ini, Pemerintah Kota Lhokseumawe berharap produksi padi pada musim tanam kedua dapat meningkat, ketahanan pangan daerah semakin kuat, serta kesejahteraan petani terus mengalami peningkatan seiring berkembangnya penerapan pertanian modern di Kota Lhokseumawe.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....