MAA Aceh Utara Ajak Masyarakat Bangga Menggunakan Bahasa Aceh
- 10 Jul 2026 18:51 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Aceh Utara - Penggunaan bahasa Aceh dalam kehidupan sehari-hari dinilai terus mengalami penurunan, terutama di kawasan perkotaan. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena bahasa daerah merupakan bagian penting dari identitas budaya masyarakat Aceh.
Pengurus Majelis Adat Aceh (MAA)
wakil bidang sultanah nahrasiah Aceh Utara Diniah,S.Pd. kepada RRI mengatakan masyarakat di wilayah pedesaan hingga kini masih cukup aktif menggunakan bahasa Aceh sebagai bahasa komunikasi sehari-hari. Namun, situasi berbeda mulai terlihat di kawasan perkotaan.
Menurut Diniah, salah satu penyebab berkurangnya penggunaan bahasa Aceh adalah munculnya anggapan bahwa berbicara menggunakan bahasa Indonesia lebih bergengsi dibandingkan memakai bahasa daerah.
Akibatnya, sebagian masyarakat, terutama generasi muda, mulai jarang menggunakan bahasa Aceh, bahkan dalam lingkungan keluarga. Padahal, bahasa Aceh merupakan bahasa ibu yang harus dijaga keberadaannya.
Ia menegaskan bahwa menguasai bahasa Indonesia tidak berarti harus meninggalkan bahasa Aceh. Kedua bahasa tersebut dapat digunakan secara berdampingan sesuai kebutuhan.
"keluarga memiliki peran penting dalam mengenalkan bahasa Aceh sejak usia dini. Kebiasaan berkomunikasi menggunakan bahasa daerah di rumah akan membantu anak-anak tetap mengenal dan mencintai budayanya sendiri" ujar Diniah Jumat 10 Juli 2026
Selain keluarga, sekolah dan berbagai lembaga adat juga diharapkan terus mendorong pelestarian bahasa Aceh melalui berbagai kegiatan edukatif dan budaya.
Menurutnya, bahasa Aceh bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga merupakan warisan budaya yang mencerminkan jati diri masyarakat Aceh dan perlu diwariskan kepada generasi mendatang.
Ia berharap masyarakat semakin bangga menggunakan bahasa Aceh dalam kehidupan sehari-hari agar bahasa daerah tetap lestari di tengah perkembangan zaman dan arus globalisasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....