Rapai Pase Legendaris Siap Guncang Arena Uroeh di Aceh Utara
- 25 Jul 2026 20:45 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Aceh Utara – Sedikitnya 50 Rapai Pase terbaik dari berbagai kecamatan di Kabupaten Aceh Utara siap saling unjuk kemampuan. Pertunjukan budaya akbar bertajuk "Blah Deh Krueng Melawan Blah Nou Krueng" ini akan digelar di Desa Dayah Meuria, Kecamatan Syamtalira Aron, Aceh Utara, pada Sabtu, 25 Juli 2026, malam.
Acara ini diinisiasi oleh tim dosen Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Malikussaleh (Unimal) yang terdiri dari Dr. Kamaruddin, Dr. Azhari, Jafaruddin, M.Sos., Masriadi, M.Kom.I., dan Harinawati, M.A., bekerja sama dengan komunitas pecinta budaya Aceh di Aceh Utara.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pelestarian warisan budaya bertema "Menghidupkan Warisan Spiritual Lewat Aksi Budaya dan Inovasi Digital". Program ini didukung penuh oleh Dana Indonesiana yang dikelola oleh LPDP bersama Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.
Sebelum pertunjukan akbar ini digelar, tim peneliti Unimal telah melakukan riset dan pendokumentasian terhadap puluhan grup Rapai Pase di wilayah Aceh Utara dan Aceh Timur.
Hasil penelitian ini akan diterbitkan dalam sebuah buku dokumentasi. Langkah ini diambil untuk menjaga pengetahuan sejarah, profil maestro, aspek organologi, hingga nilai-nilai spiritual Rapai Pase agar tetap lestari.
Panitia kegiatan sekaligus anggota tim riset Jafaruddin, menyebutkan bahwa pertunjukan ini diprediksi menjadi salah satu pagelaran Rapai Pase terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Selain menjadi ajang silaturahmi antarkelompok rapai.
“Kegiatan ini juga menjadi momentum kebangkitan para seniman setelah banyak alat musik tradisional mereka rusak akibat banjir yang melanda Aceh Utara beberapa waktu lalu. Konsep pertunjukan mengusung persaingan persahabatan antara dua kawasan besar di Aceh Utara: Blah Deh Krueng (wilayah tengah-timur) melawan Blah Nou Krueng (wilayah tengah-barat). Masing-masing kubu akan menurunkan rapai-rapai terbaik yang memiliki sejarah panjang dan kualitas suara tinggi.”jelasnya.
Koordinator tim wilayah timur (Blah Deh Krueng), Rusli M. Yacob, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menghimpun kekuatan dari berbagai grup legendaris. Ini bukan sekadar pertandingan, tetapi ajang memperlihatkan kekayaan tradisi Rapai Pase yang diwariskan oleh para indatu (leluhur).
“Kami ingin masyarakat melihat bahwa budaya ini masih sangat hidup dan terus berkembang, Kekuatan kubu Blah Deh Krueng akan dipimpin oleh Grup Rapai Raja Meudeuhak dari Desa Pucok Alue, Kecamatan Baktiya. “katanya.
Petunjukkan seni budaya ini, untuk kekuatan Blah Deh Krueng akan dipimpin Grup Rapai Raja Meudeuhak akan diperkuat Grup Rapai Sibrok Blang Pha dari Kecamatan Seunuddon yang masih menyimpan rapai pusaka peninggalan leluhur dari akhir abad ke-18.
Grup Rapai Pusaka Indatu (Kecamatan Lhoksukon), menurunkan rapai bersejarah seperti Putroe Banderoh dan Tualang Meurante, Grup Rapai Raja Meudeuhak, menampilkan rapai andalan seperti Raja Bombai, Sinampang Baro, dan Bintang Timu.
Kemudian, Grup dari Lhok Merbo (Kecamatan Tanah Jambo Aye): Membawa rapai andalan Bom Atom Boh Beureutoh, Grup dari Glumpang Tujoh (Kecamatan Matangkuli) & Pirak Timu: Membawa rapai legendaris Siparot dan Buket Meulinteung yang diyakini berasal dari abad ke-18. Termasuk Grup Rapai Matang Keupula (Aceh Timur), akan bergabung memperkuat kubu timur dengan membawa rapai legendaris Tualang Tuha dan Ceureumen Apui.
Sementara itu, kubu barat atau Blah Nou Krueng akan dipimpin oleh Grup Rapai Raja Mulieng dari Kecamatan Syamtalira Aron. Kelompok ini berkolaborasi dengan kekuatan tangguh dari wilayah barat Aceh Utara, antara lain.
Grup Barona Jaya: Membawa rapai Raja Nago, Tualang Rimba, Putro Ijo, and Raja Geulanteu, Grup Rapai Putro Canden (Blang Asan): Menampilkan rapai pusaka Putroe Itam, Grup Lapang: Menurunkan Rapai Tualang Badei, Grup Peureupok, Menampilkan Rapai Siracon, salah satu rapai tertua di kawasan barat.
Pertunjukan ini diperkirakan akan menyedot perhatian ratusan hingga ribuan penonton dari berbagai daerah. Lebih dari sekadar hiburan, acara ini menjadi momentum penting untuk menegaskan bahwa Rapai Pase bukan hanya alat musik tradisional, melainkan simbol identitas, spiritualitas, dan pemersatu masyarakat di tanah eks-Kerajaan Samudera Pasai.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....