Dari Pesantren ke Senayan, Santri Misbahul Ulum Lolos Parlemen Remaja DPR RI 2026
- 03 Okt 2026 10:16 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Muhammad Abyan, santri akhir Pesantren Modern Misbahul Ulum, Aceh, Kota Lhokseumawe menjadi salah satu dari 200 peserta yang terpilih mengikuti Parlemen Remaja DPR RI 2026. Ia mewakili Daerah Pemilihan (Dapil) Aceh II setelah melewati empat tahapan seleksi dari lebih dari 11.000 pendaftar.
Program Parlemen Remaja 2026 berlangsung pada 28 September hingga 3 Oktober 2026 di Jakarta. Rangkaian kegiatan utama dilaksanakan di Kompleks Parlemen, Senayan, dengan melibatkan peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Untuk lolos sebagai peserta, Abyan harus melewati tahapan seleksi Curriculum Vitae (CV), esai dan video kampanye, psikotes, serta wawancara.
Bagi Abyan, keterlibatan dalam program tersebut menjadi pengalaman untuk mengenal proses demokrasi dan kerja parlemen secara langsung. Ia juga membawa latar belakang pendidikan pesantren dalam lingkungan pembelajaran yang mempertemukan pelajar dari berbagai daerah.
Salah satu pengalaman yang diikuti Abyan berlangsung pada 29 September 2026, ketika DPR RI menggelar Rapat Paripurna ke-7 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026–2027 di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Rapat tersebut dipimpin Ketua DPR RI Puan Maharani dan dihadiri 291 anggota DPR. Salah satu agenda utamanya adalah pembicaraan tingkat II dan pengambilan keputusan atas Rancangan Undang-Undang tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2027.Bagi peserta Parlemen Remaja, agenda tersebut menjadi kesempatan untuk melihat secara l angsung proses persidangan lembaga legislatif.
“Saya sangat bersyukur dapat melihat secara langsung kegiatan Rapat Paripurna DPR RI di Jakarta,” ujar Abyan.
Menurut Abyan, pengalaman tersebut membuatnya melihat keterkaitan antara pendidikan yang diperolehnya di pesantren dengan kemampuan berpikir dan mengambil keputusan.
“Melihat proses persidangan ini, saya lebih paham pendidikan keorganisasian di pesantren sangat dekat dengan pendidikan berpikir kritis dalam mengambil sebuah keputusan,” katanya.
Pengalaman tersebut melengkapi pembelajaran yang diperoleh peserta melalui proses seleksi dan pembekalan. Mereka tidak hanya mendapatkan materi mengenai parlemen, tetapi juga berkesempatan mengamati langsung salah satu proses persidangan DPR RI.
Parlemen Remaja 2026 tidak hanya memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengamati kegiatan DPR RI. Para peserta juga mengikuti sejumlah simulasi yang dirancang untuk mengenalkan mekanisme kerja parlemen. Kegiatan tersebut meliputi simulasi kunjungan kerja, rapat kerja (Raker), Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU), dan rapat paripurna DPR RI. Peserta juga mengikuti city tour di Jakarta sebagai bagian dari rangkaian program. Melalui simulasi tersebut, peserta memperoleh pengalaman untuk memahami bagaimana sebuah forum membahas persoalan, menyampaikan pandangan, dan menentukan arah kebijakan.
“Pada tahap ini, pentingnya simulasi yang diajarkan dapat membantu seluruh peserta dalam menentukan arah kebijakan sebuah forum,” terang Abyan.
Kesempatan mengikuti Parlemen Remaja DPR RI 2026 diperoleh Abyan setelah melalui proses seleksi yang terdiri atas empat tahapan.
Lebih dari 11.000 pendaftar mengikuti proses seleksi tersebut. Setelah melalui penilaian CV, esai dan video kampanye, psikotes, serta wawancara, sebanyak 200 peserta dinyatakan terpilih untuk mengikuti program. Abyan mengatakan proses tersebut menjadi tantangan tersendiri. Menurut dia, kesempatan tersebut juga menunjukkan bahwa santri dapat mengikuti kompetisi di tingkat nasional melalui jalur seleksi yang terbuka.
“Meski peserta lebih dari 10.000, hari ini santri telah membuktikan mampu bersaing di kancah nasional,” ungkapnya.
Ia menyebut dukungan lingkungan pendidikan dan keluarga turut menjadi bagian dari perjalanannya mengikuti proses seleksi.
“Tentu tidak mudah untuk berjuang dalam proses tahapan seleksi. Namun, pendidikan di Pesantren Modern Misbahul Ulum beserta dukungan majelis guru dan orang tua telah mengantar saya ke kancah nasional,” kata Abyan.
Selama mengikuti Parlemen Remaja, Abyan bertemu dengan peserta dari berbagai daerah dan latar belakang pendidikan.
Menurutnya, pertemuan tersebut menjadi salah satu pengalaman yang memperluas pandangannya.
“Event ini telah membuka cakrawala saya dengan bertemu siswa dari seluruh Indonesia,” ujarnya.
Abyan juga mengaitkan pengalaman tersebut dengan sejumlah kegiatan yang selama ini diikutinya di lingkungan pesantren, terutama kegiatan yang melatih kemampuan komunikasi dan berpikir kritis.
“Selama di pesantren, saya mengenal beberapa program yang mendukung untuk lolos pada event ini, seperti public speaking dan latihan berpikir kritis,” katanya.
Selain mengikuti pembukaan dan pembekalan, para peserta menjalani rangkaian simulasi kerja parlemen dan kegiatan pendukung lainnya selama berada di Jakarta.
Bagi Abyan, rangkaian kegiatan tersebut memberikan kesempatan untuk melihat secara lebih dekat bagaimana proses kerja parlemen berlangsung. Ia tidak hanya mengikuti kegiatan di lingkungan DPR RI, tetapi juga menyaksikan proses persidangan dan mengikuti simulasi yang dirancang untuk memberikan pengalaman praktis mengenai mekanisme parlemen. Abyan menilai proses persidangan memiliki kaitan dengan kebijakan yang berdampak luas bagi masyarakat.
“Proses persidangan sangat menentukan kebijakan ke depan, terutama bagi negara Indonesia. Namun, dengan adanya event ini, tentu santri juga harus berperan penting untuk membangun negeri,” ujarnya.
Keikutsertaan Abyan dalam Parlemen Remaja DPR RI 2026 menjadi pengalaman pendidikan di luar lingkungan pesantren sekaligus kesempatan untuk mengenal secara langsung proses demokrasi dan kerja lembaga legislatif. Ia berharap pengalaman tersebut dapat mendorong santri lain untuk terus mengembangkan kemampuan dan mengambil bagian dalam berbagai bidang.
“Saya berharap seluruh santri di Indonesia, khususnya di Pesantren Modern Misbahul Ulum, agar terus berprestasi di kancah nasional dan internasional. Santri harus berperan dan mampu untuk bersaing dengan syiar kebaikan di mana saja,” pungkas Abyan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....