Hari Kopi Internasional, Kopi Aceh Jadi Warisan dan Identitas Dunia

  • 01 Okt 2026 10:44 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhoksumawe — Peringatan Hari Kopi Internasional setiap 1 Oktober menjadi momentum untuk kembali menghargai kopi Aceh sebagai bagian dari warisan, identitas, sekaligus sumber penghidupan masyarakat.

Trainer/Motivator Self Management Indonesia, Azwar, S.Psi., M.Psi., C.Ht., MNLP, mengatakan kopi di Aceh tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga melekat kuat dalam kehidupan sosial dan budaya masyarakat.

Menurutnya, sejarah kopi di Aceh telah berlangsung panjang dan berkembang seiring jalur perdagangan yang menghubungkan Nusantara dengan Timur Tengah. Kondisi geografis Aceh, terutama kawasan dataran tinggi Gayo, Aceh Tengah dan Aceh Tenggara, turut mendukung perkembangan perkebunan kopi.

Kopi Arabika Gayo dikenal memiliki karakter cita rasa yang khas, mulai dari aroma kuat dengan nuansa rempah dan cokelat, tubuh kopi yang tebal, hingga tingkat keasaman yang relatif lembut dan seimbang.

“Bagi Aceh, kopi bukan sekadar komoditas. Di dalamnya ada identitas, kebanggaan dan harapan yang diwariskan dari generasi ke generasi,” ujar Azwar.

Ia mengatakan, keberadaan kopi juga tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Aceh. Kedai kopi menjadi ruang bertemu, berdiskusi, bertukar gagasan hingga membangun hubungan sosial.

Di sisi lain, ribuan keluarga menggantungkan penghasilan dari rantai usaha kopi, mulai dari petani, pengolah, pedagang hingga pelaku usaha kedai kopi.

Namun, menurut Azwar, di balik semakin dikenalnya kopi Aceh, para petani masih menghadapi berbagai tantangan, seperti perubahan iklim, perubahan pola hujan, fluktuasi harga pasar serta tuntutan untuk mempertahankan kualitas produk.

Karena itu, Hari Kopi Internasional dinilai menjadi momentum untuk meningkatkan penghargaan terhadap kerja keras petani sekaligus mendorong masyarakat memilih dan mempromosikan kopi asli Aceh.

“Menjaga kopi Aceh berarti juga menjaga petani dan lingkungan tempat kopi itu tumbuh,” katanya.

Azwar mengajak generasi muda ikut mengenalkan kopi Aceh dan menjaga keberlanjutan komoditas tersebut, sehingga warisan kopi Aceh tetap memiliki tempat di pasar nasional maupun dunia.

Ia berharap masyarakat tidak hanya menikmati secangkir kopi, tetapi juga memahami perjalanan panjang di baliknya, mulai dari petani yang merawat tanaman, proses pengolahan hingga kopi tersaji di meja.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....