IKA Unimal Ajak Masyarakat Jaga Stabilitas Politik dan Ekonomi

  • 12 Agt 2026 23:37 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI. CO. ID, Lhokseumawe – Menjelang peringatan Hari Damai Aceh pada 15 Agustus dan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026, Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Malikussaleh (Unimal) mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga stabilitas politik, keamanan, dan ekonomi agar Aceh tetap aman, damai, serta kondusif.

Sekretaris Jenderal IKA Universitas Malikussaleh, Wahyu Saputra, mengatakan bahwa dua momentum bersejarah di bulan Agustus tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga momentum refleksi bagi seluruh masyarakat Aceh untuk terus merawat perdamaian yang telah diperjuangkan bersama.

"Hari Damai Aceh dan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia adalah dua momentum yang memiliki makna besar bagi masyarakat Aceh. Perdamaian telah membuka jalan bagi pembangunan, sementara kemerdekaan mengajarkan kita pentingnya persatuan dalam menjaga keutuhan bangsa. Karena itu, sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menjaga stabilitas daerah agar tetap kondusif," ujar Wahyu Saputra, Rabu 12 Agustus 2026.

Menurutnya, kondisi politik dan keamanan yang stabil merupakan fondasi utama bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Situasi yang kondusif akan meningkatkan kepercayaan investor, mendorong berkembangnya dunia usaha, membuka lapangan pekerjaan, serta mempercepat pembangunan yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

"Jangan sampai perbedaan pandangan politik ataupun kepentingan tertentu mengorbankan kedamaian yang telah dirawat selama ini. Aceh membutuhkan suasana yang sejuk agar pembangunan dapat berjalan, investasi terus tumbuh, dan masyarakat memperoleh manfaat ekonomi secara berkelanjutan," katanya.

Wahyu juga mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap bijak dalam menggunakan media sosial dengan mengedepankan etika, menyaring setiap informasi sebelum membagikannya, serta menghindari penyebaran hoaks, ujaran kebencian, maupun narasi provokatif yang dapat memicu perpecahan.

"Perdamaian Aceh adalah hasil perjuangan panjang seluruh komponen bangsa. Oleh karena itu, mari kita jaga bersama dengan mengedepankan dialog, saling menghormati, dan menyelesaikan setiap persoalan melalui mekanisme hukum dan musyawarah," tambahnya.

Sebagai organisasi yang menghimpun alumni dari berbagai profesi dan latar belakang, IKA Universitas Malikussaleh berkomitmen untuk terus menjadi mitra strategis dalam mendukung pembangunan Aceh melalui gagasan, kolaborasi, serta pengabdian kepada masyarakat.

Menutup keterangannya, Wahyu Saputra mengajak seluruh masyarakat menjadikan peringatan Hari Damai Aceh dan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai momentum memperkuat persaudaraan, mempererat persatuan, serta meningkatkan semangat gotong royong demi mewujudkan Aceh yang damai, maju, sejahtera, dan berdaya saing.

"Perdamaian bukan hanya warisan masa lalu, tetapi amanah yang harus kita jaga untuk generasi mendatang. Mari kita songsong Hari Damai Aceh dan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia dengan semangat persatuan, menjaga stabilitas politik, memperkuat ekonomi, dan terus membangun Aceh yang lebih baik dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia," tutup Wahyu Saputra.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....