Peringati HUT ke-81 RI, Unimal Gelar Upacara dengan Balutan Pakaian Adat Nusantara
- 17 Agt 2026 16:44 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID,Lhokseumawe - Universitas Malikussaleh (Unimal) menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin 17/l Agustus 2026, di lapangan Kampus Reuleut, Kabupaten Aceh Utara.
Berbeda dari upacara pada umumnya, momentum peringatan kemerdekaan tahun ini berlangsung semarak dengan balutan keberagaman budaya. Para peserta yang terdiri atas dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa mengenakan beragam pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia.
Rektor Universitas Malikussaleh, Prof. Dr. Herman Fithra Asean Eng, bertindak sebagai pembina upacara dengan mengenakan pakaian adat Makassar.
Usai pelaksanaan upacara, kegiatan dilanjutkan dengan pawai pakaian adat Nusantara. Para peserta menampilkan keberagaman busana tradisional dari berbagai daerah sebagai simbol kekayaan budaya Indonesia sekaligus bentuk penghormatan terhadap semangat persatuan dalam keberagaman.
Rektor Unimal, Prof. Dr. Herman Fithra, mengatakan penggunaan pakaian adat Nusantara dalam upacara peringatan kemerdekaan telah menjadi tradisi di lingkungan Universitas Malikussaleh.
“Upacara dengan menggunakan pakaian adat Nusantara ini sudah menjadi tradisi di Universitas Malikussaleh. Ini menjadi bukti bahwa Universitas Malikussaleh adalah kampus penjaga tegaknya NKRI,” kata Herman.
Menurutnya, antusiasme sivitas akademika dalam mengenakan pakaian tradisional dari berbagai daerah menunjukkan semangat kebersamaan yang terus tumbuh di lingkungan kampus.
Ia menilai perbedaan bukanlah sesuatu yang harus dipertentangkan, melainkan menjadi kekuatan untuk saling melengkapi dan menguatkan.
“Kita memang berbeda, tetapi perbedaan itu menjadi suatu kesatuan untuk saling menguatkan dan saling membesarkan,” katanya.
Dalam momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tersebut, Herman juga menyampaikan pentingnya peran perguruan tinggi dalam mendorong kemajuan bangsa. Menurutnya, kampus tidak hanya menjadi tempat untuk menuntut ilmu, tetapi juga memiliki tanggung jawab menghasilkan gagasan dan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ia mengutip amanah Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia yang mengingatkan perguruan tinggi agar mengambil peran besar dalam pembangunan bangsa.
“Lewat ruang-ruang kelas kita memberikan pencerahan, sementara melalui laboratorium kita menghasilkan riset-riset kelas dunia untuk kesejahteraan rakyat Indonesia,” tuturnya.
Pada peringatan tahun ini, Herman sendiri mengenakan pakaian adat dari Makassar. Ia juga sengaja menggunakan sepasang sepatu dengan warna berbeda. Pilihan tersebut menjadi simbol sederhana tentang keberagaman yang menurutnya justru dapat memperkuat persatuan.
“Sebagai simbol perbedaan itu, hari ini saya menggunakan sepatu yang berbeda. Warna sepatu yang berbeda ini bukan membuat kita terpisah, tetapi menjadi fondasi untuk kita terus bersama-sama memperkuat tali persaudaraan,” ungkapnya.
Ia mengajak seluruh sivitas akademika Unimal dan masyarakat, khususnya masyarakat Aceh, untuk terus menjaga semangat persaudaraan serta kecintaan terhadap Indonesia.
“Mari menuju Indonesia satu, Indonesia maju, Indonesia sejahtera. Tetap semangat, jangan pernah lelah mencintai negeri kita. NKRI untuk semua,” pungkas Prof Herman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....