Evolusi Pengawetan Makanan, dari Cara Tradisional hingga Teknologi Modern
- 10 Agt 2026 18:54 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Pengawetan makanan sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia sejak zaman dahulu. Sebelum ada lemari es dan teknologi pangan seperti sekarang, berbagai cara sederhana digunakan untuk membuat makanan lebih tahan lama dan tidak cepat rusak.
Sejak zaman dahulu, makanan diawetkan dengan cara yang cukup sederhana, seperti dijemur di bawah sinar matahari, diasapi, atau diberi garam. Cara tersebut membantu mengurangi kadar air pada makanan sehingga proses pembusukan bisa diperlambat.
Seiring berjalannya waktu, cara mengawetkan makanan pun semakin beragam. Fermentasi menjadi salah satunya. Teknik ini tidak hanya membuat makanan lebih tahan lama, tetapi juga menghasilkan cita rasa yang khas. Keju, roti, dan berbagai makanan fermentasi lainnya menjadi contoh produk yang sudah dikenal sejak masa peradaban kuno.
Perkembangan besar kemudian terjadi pada abad ke-19 dengan munculnya teknologi pengalengan. Makanan dipanaskan dan dimasukkan ke dalam wadah tertutup sehingga bisa bertahan lebih lama. Menurut Encyclopaedia Britannica, dalam kajian mengenai sejarah pengawetan makanan. Perkembangan teknologi pengalengan menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah pengawetan makanan karena memungkinkan pangan disimpan dan dibawa dalam jarak yang lebih jauh.
Memasuki abad ke-20, penggunaan lemari pendingin dan freezer semakin mengubah cara masyarakat menyimpan makanan. Daging, ikan, sayuran, dan berbagai bahan pangan lainnya bisa disimpan lebih lama tanpa harus selalu diasinkan atau dikeringkan.
Di Indonesia, perkembangan pengawetan makanan juga berjalan seiring dengan kemajuan industri pangan. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menempatkan keamanan pangan sebagai bagian penting dalam proses pengolahan dan peredaran makanan, termasuk penggunaan bahan tambahan pangan yang harus memenuhi ketentuan.
Kini, teknologi pengawetan makanan semakin canggih. Selain pendinginan dan pembekuan, industri pangan juga menggunakan pengemasan vakum, pengaturan atmosfer dalam kemasan, hingga teknologi tekanan tinggi untuk membantu mempertahankan kualitas dan memperpanjang masa simpan makanan.
Meski teknologinya terus berubah, tujuannya tetap sama, yaitu membuat makanan lebih awet, aman dikonsumsi, dan bisa tersedia lebih lama. Pengawetan makanan juga membantu mengurangi makanan yang terbuang serta mendukung distribusi pangan ke berbagai daerah.
Dari garam dan sinar matahari hingga teknologi modern, perjalanan pengawetan makanan menunjukkan bagaimana manusia terus mencari cara yang lebih baik untuk menjaga makanan tetap tersedia dan berkualitas.
Tag: Pengawetan Makanan, Teknologi Pangan, Sejarah Makanan, Keamanan Pangan, Ketahanan
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....