Aroma yang Mengganggu hingga Berisiko bagi Kesehatan Kucing
- 03 Agt 2026 18:27 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe – Kucing memiliki indra penciuman yang sensitif sehingga aroma kuat tertentu dapat mengganggu kenyamanan mereka. Namun, tidak semua aroma yang tidak disukai kucing berarti beracun. Risiko kesehatan bergantung pada jenis bahan, konsentrasi, serta cara paparannya, seperti tertelan, mengenai kulit atau bulu, maupun terhirup dalam jumlah tertentu.
Salah satu yang perlu diwaspadai adalah essential oil atau minyak atsiri. Beberapa jenis, seperti tea tree, peppermint, eucalyptus, cinnamon, citrus, pine, wintergreen, dan ylang-ylang, dapat berbahaya bagi kucing. VCA Animal Hospitals menjelaskan bahwa paparan essential oil dapat menimbulkan gejala seperti muntah, lemas, gangguan koordinasi, tremor, iritasi hingga gangguan pernapasan, tergantung jenis dan tingkat paparannya. Selain itu, tea tree oil juga disebut sebagai bahan yang sangat toksik bagi hewan.
Bahan lain yang perlu dijauhkan adalah citrus, bawang dan bawang putih. Bagian tanaman citrus, terutama kulit dan bahan yang mengandung minyaknya, dapat menimbulkan gangguan apabila tertelan. ASPCA Animal Poison Control Center mencatat bahwa bawang dan bawang putih dapat merusak sel darah merah kucing dan menyebabkan anemia hemolitik. Karena itu, makanan yang mengandung bawang atau bawang putih sebaiknya tidak diberikan kepada kucing.
Pemilik juga perlu berhati-hati menggunakan pengharum ruangan, diffuser, dan liquid potpourri. Sejumlah produk tersebut dapat mengandung essential oil atau bahan kimia yang berisiko apabila tertelan atau mengenai tubuh kucing. Liquid potpourri dan beberapa produk pewangi dapat menyebabkan iritasi maupun keracunan, terutama jika terjadi kontak langsung. Penggunaan diffuser pun sebaiknya dilakukan dengan ventilasi yang baik dan jauh dari jangkauan hewan.
| Baca juga: Rutinitas Pagi Sehat sebelum Beraktivitas |
Sementara itu, cuka tidak tepat disebut sebagai aroma yang pasti menyebabkan keracunan pada kucing. Risikonya lebih berkaitan dengan konsentrasi dan sifat kimianya. Cornell University College of Veterinary Medicine menjelaskan bahwa bahan asam seperti cuka dapat menyebabkan kerusakan jaringan tergantung konsentrasinya. Karena itu, bahan pembersih dan cairan rumah tangga sebaiknya disimpan di tempat yang tidak dapat dijangkau kucing.
Untuk menjaga keamanan, pemilik sebaiknya tidak mengoleskan essential oil pekat pada tubuh kucing, menyimpan produk pewangi dan bahan kimia di tempat aman, memastikan ruangan memiliki ventilasi baik, serta tidak memberikan makanan yang mengandung bawang atau bawang putih. Jika kucing diduga terpapar atau menelan bahan berpotensi beracun, segera konsultasikan dengan dokter hewan. Ditekankan pentingnya penanganan cepat pada kasus paparan essential oil dan liquid potpourri. Dengan mengenali dan menghindari aroma-aroma tersebut, dapat menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi kucing.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....