Fenomena Istiwa A'zam untuk Verifikasi Arah Kiblat

  • 13 Jul 2026 15:30 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe – Kementerian Agama mengajak masyarakat memanfaatkan fenomena Istiwa A'zam atau Rashdul Kiblat yang akan terjadi pada 15–16 Juli 2026 sebagai momentum untuk memverifikasi arah kiblat secara mandiri. Fenomena ini berlangsung saat matahari berada tepat di atas Ka'bah, sehingga arah bayangan benda yang berdiri tegak dapat dijadikan acuan menentukan arah kiblat dengan tingkat akurasi yang tinggi.

Di Indonesia, fenomena tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 16.27 WIB atau 17.27 WITA. Pada waktu itu, masyarakat cukup menyiapkan benda yang berdiri tegak lurus di lokasi yang mendapat sinar matahari langsung, kemudian mengamati arah bayangannya untuk memastikan arah kiblat.

Momentum ini menjadi bagian dari Gerakan 1.448.000 Titik Verifikasi Arah Kiblat Nasional: Hari Sejuta Arah Kiblat yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama dalam rangkaian kegiatan Peaceful Muharam 1448 Hijriah.

Melalui gerakan tersebut, Kementerian Agama berupaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya ketepatan arah kiblat sekaligus mengenalkan penerapan ilmu falak dalam kehidupan sehari-hari. Fenomena Istiwa A'zam yang hanya terjadi dua kali setiap tahun dinilai sebagai kesempatan terbaik untuk melakukan verifikasi arah kiblat secara sederhana tanpa memerlukan peralatan khusus.

Gerakan nasional ini menyasar berbagai kalangan, mulai dari penghulu, penyuluh agama Islam, pengurus masjid dan musala, pesantren, madrasah, sekolah, perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan Islam hingga masyarakat umum. Kementerian Agama menargetkan sedikitnya 1.448.000 peserta dari seluruh Indonesia, sebagai simbol Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.

Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya penguatan layanan keagamaan yang lebih inklusif dan berdampak bagi masyarakat. Selain meningkatkan akurasi arah kiblat, kegiatan ini diharapkan dapat memperluas literasi masyarakat mengenai ilmu falak sebagai salah satu cabang ilmu yang memiliki peran penting dalam pelaksanaan ibadah.

Metode Rashdul Kiblat dikenal sebagai salah satu cara paling praktis untuk memverifikasi arah kiblat karena memanfaatkan posisi matahari tanpa memerlukan alat ukur khusus. Verifikasi dapat dilakukan di rumah, masjid, musala, sekolah, kampus maupun ruang terbuka yang memperoleh sinar matahari secara langsung pada waktu pengamatan.

Masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam Gerakan 1.448.000 Titik Verifikasi Arah Kiblat Nasional dapat mendaftarkan diri melalui laman resmi Kementerian Agama. Melalui gerakan ini, Kementerian Agama berharap semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya ketepatan arah kiblat sekaligus memanfaatkan fenomena astronomi sebagai sarana edukasi dan penguatan pemahaman keagamaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....