Tadabbur Al-Jatsiyah Ayat 37, Kebesaran Hanya Milik Allah SWT

  • 08 Jul 2026 11:51 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe – Kesombongan menjadi salah satu sifat yang paling diingatkan untuk dijauhi, segala kebesaran, kemuliaan, dan kekuasaan di langit maupun di bumi hanyalah milik Allah SWT, sementara apa pun yang dimiliki manusia hanyalah titipan yang bersifat sementara. Hal tersebut disampaikan Ustadz Muhadar dalam Tausiah Sore di Pro1 RRI Lhokseumawe pada Selasa, 7 Juli 2026.

Ustadz Muhadar mengutip firman Allah SWT dalam Surah Al-Jatsiyah ayat 37, " yang berarti, "Dan hanya milik-Nyalah segala kebesaran di langit dan di bumi, dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana."

Ia menjelaskan, ayat tersebut menjadi penutup Surah Al-Jatsiyah yang mengingatkan manusia agar kembali menyadari kebesaran Allah serta tidak terjebak dalam kesombongan. Menurutnya, makna Al-Kibriya mencerminkan keagungan, kemuliaan, dan kebesaran yang hanya layak disandang oleh Allah SWT.

"Semua yang dimiliki manusia di dunia ini, baik harta, jabatan, pangkat maupun keluarga, hanyalah titipan Allah. Kesadaran ini hendaknya melahirkan sikap tawadu atau rendah hati serta menjauhkan diri dari sifat sombong," ujar Ustadz Muhadar.

Ia juga menegaskan bahwa kekuasaan Allah meliputi seluruh alam semesta, baik yang dapat dilihat maupun yang berada di luar jangkauan penglihatan manusia. Sifat Al-Aziz menunjukkan bahwa Allah Maha Perkasa, sementara seluruh ciptaan manusia memiliki keterbatasan dan pada akhirnya akan rusak.

Selain itu, Ustadz Muhadar mengulas makna Al-Hakim atau Maha Bijaksana. Menurutnya, setiap ketetapan Allah mengandung hikmah yang sempurna, meskipun tidak selalu dapat dipahami oleh manusia karena keterbatasan ilmu.

"Allah tidak menciptakan sesuatu secara sia-sia. Seluruh ketentuan-Nya mengandung pelajaran, keadilan, dan kasih sayang. Karena itu, manusia hendaknya senantiasa bersyukur, menjauhi kezaliman, serta menebarkan kasih sayang kepada sesama," jelasnya.

Di akhir tausiah, Ustadz Muhadar mengajak untuk menjadikan tadabbur Al-Qur'an sebagai bekal dalam menjalani kehidupan. Dengan menyadari bahwa segala sesuatu berada dalam kekuasaan Allah SWT, setiap muslim diharapkan mampu meningkatkan keimanan, memperbaiki akhlak, dan senantiasa mengharapkan keridaan-Nya dalam setiap langkah kehidupan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....