Pengerjaan Lambat, Warga Keluhkan Kemacetan di Jalan Nasional Syamtalira Bayu

  • 17 Jun 2026 21:47 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID. Aceh Utara – Para pengguna jalan yang melintasi jalur nasional di kawasan Kecamatan Syamtalira Bayu, Kabupaten Aceh Utara, mengeluhkan lambatnya pengerjaan proyek jembatan di wilayah tersebut. Jalur transportasi utama tersebut sebelumnya mengalami kerusakan parah setelah diterjang bencana banjir pada akhir November 2025 lalu.

Akibat proses perbaikan yang tak kunjung selesai, arus lalu lintas setiap harinya mengalami kemacetan parah akibat pemberlakuan sistem buka-tutup jalur. Sistem ini berdampak langsung pada pengendara roda dua maupun roda empat yang terpaksa harus mengantri panjang demi bisa melintas.

Meski mengapresiasi langkah cepat pemerintah dalam merespons kerusakan awal, masyarakat mulai kecewa karena proyek jembatan penghubung yang berukuran relatif kecil ini dinilai terlalu lambat diselesaikan.

Salah seorang pengguna jalan Jafaruddin mengatakan, lambatnya penuntasan proyek jembatan lintas nasional berukuran relatif kecil ini telah memicu kekecewaan warga, karena pembangunan jembatan yang sekecil itu sampai saat ini sudah memakan waktu 3 bulan, tapi sampai sekarang belum selesai pembangunannya. Ini yang menyebabkan tanda tanya.

“Jika proyek tersebut diserahkan kepada kontraktor atau rekanan yang memiliki kompetensi serta didukung dengan ketersediaan alat berat yang memadai, jembatan berukuran kecil seperti itu idealnya bisa rampung dalam kurun waktu dua minggu saja. “sebut Jafaruddin, Rabu, 17 Juni 2026.

Menurutnya, lambatnya progres fisik ini memicu dugaan bahwa pihak rekanan yang ditunjuk tidak memiliki kesiapan alat dan kompetensi yang cukup. Dirinya selaku masyarakat dan pengguna jalan berharap agar Kementerian terkait, khususnya jajaran Direktorat Jenderal Bina Marga, segera turun tangan untuk mengevaluasi kinerja kontraktor di lapangan.

“Evaluasi total dinilai sangat mendesak agar jalur urat nadi logistik dan transportasi nasional ini bisa segera berfungsi normal kembali, tanpa harus terus-menerus mengorbankan waktu dan kenyamanan mobilitas masyarakat.”pungkasnya

Namun, hingga berita ini diturunkan, belum berhasil mendapatkan konfirmasi resmi dari pihak terkait mengenai keterlambatan proyek tersebut.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....