Warga Lhokseumawe Keluhkan Infrastruktur Jalan Berlubang

  • 17 Mei 2026 23:24 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Sejumlah warga Kota Lhokseumawe melayangkan protes dan keluhan terkait kondisi infrastruktur jalan raya yang rusak dan berlubang parah di berbagai titik. Aspirasi tersebut disampaikan secara langsung oleh masyarakat melalui program interaktif "Halo RRI" yang disiarkan oleh Pro Satu RRI Lhokseumawe pada Jumat, 15 Mei 2026 lalu.

Warga menilai kondisi jalan yang kian memprihatinkan ini telah mengancam keselamatan para pengguna jalan serta berpotensi besar memicu kecelakaan lalu lintas.

Salah seorang warga Panggoi, Kowa, mengungkapkan kekhawatirannya mengenai kerusakan jalan yang berada tepat di area persimpangan jalan nasional dekat salah satu minimarket. Menurut keterangannya, keberadaan lubang besar di area persimpangan sangat memecah konsentrasi pengendara yang hendak keluar masuk jalan utama.

Kondisi fisik jalan yang buruk tersebut memaksa para pengemudi harus ekstra waspada guna menghindari potensi kecelakaan. “Jalan di simpang supermarket Panggoi itu banyak lubang-lubang, itu sembilan puluh persen berpotensi menyebabkan kecelakaan disitu." ungkap Kowa saat menyampaikan laporannya secara interaktif.

Keluhan serupa juga disampaikan oleh warga Darussalam Lhokseumawe, Amsal, yang menyoroti proyek penggalian pipa Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang dinilai memperparah kerusakan fasilitas publik.

Proyek pengerjaan yang belum rampung sepenuhnya di kawasan Kecamatan Banda Sakti menyisakan lubang galian di jalan utama yang tidak segera ditimbun secara permanen. Ia menambahkan, di beberapa titik jalan umum seperti Simpang Pase, lubang besar dibiarkan menganga tanpa adanya rambu pengaman atau tanda peringatan bagi pengendara.

“Kalau jalan sudah dibuat lubang, tolonglah ditutup dengan rapat, jangan sampai jatuh korban yang lebih banyak. Pihak terkait semestinya peka, minimal harus ada rambu-rambu pengaman atau safety di lokasi galian agar masyarakat tidak terpelanting ke dalam lubang saat berkendara, terlebih ketika hujan deras melanda kota,” kata Amsal dengan nada kecewa.

Selain persoalan jalan, warga Batuphat Kecamatan Muara Dua Lhokseumawe, Sulaiman, juga ikut menyampaikan keluhan mengenai krisis air bersih. Pasokan air dari PDAM dilaporkan telah macet total selama hampir dua bulan terakhir di wilayah tempat tinggalnya.

Akibatnya, masyarakat setempat terpaksa merogoh kocek lebih untuk membeli air bersih dari sumur bor demi memenuhi kebutuhan domestik harian.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....