Penyintas Banjir Alue Krak Kayee Keluhkan Minimnya Pembuangan MCK
- 04 Apr 2026 16:50 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Aceh Utara - Penyintas Banjir Gampong Alue Krak Kayee Kecamatan Langkahan Kabupaten Aceh Utara yang menempati hunian sementara (Huntara) mengeluhkan minimnya tempat pembuangan air mandi, cuci dan Kakus (MCK) serta minimnya air bersih yang tidak sebanding dengan jumlah penghuni huntara.
Informasi yang dihimpun RRI, Sabtu 4 April 2026, pembangunan 96 unit huntara yang dibangun di lapangan sepak bola desa setempat, selain minimnya pembuangan air MCK dan minimnya air bersih, pembangunan huntara diduga asal jadi, terlihat sebagian lantai huntara ketebalan sangat tipis yang dibuktikan rumput liar mulai tumbuh menembus lapisan semen di dalam ruangan.
Aparatur Gampong Alue Krak Kayee Kecamatan Langkahan, Hendra Purnomo saat di Konfirmasi RRI membenarkan 18 kepala keluarga (KK) yang sudah menempati huntara mulai mengeluhkan keterbatasan tempat penampungan MCK.
“Dari 96 unit huntara, yang sudah siap dan ditempati warga hanya 18 KK, sejak beberapa hari tinnggal mereka mulai mengeluhkan minimnya pembuangan air MCK, karena dalam lima pintu huntara pembuangannya baik air mandi, cuci dan kakus digabungkan ke satu lobang pembuangan yang isinya 3 cicin sumur, “kata Hendra.
Menurutnya, dengan kondisi minimnya tempat pembuangan MCK ini, air mandi, cuci dan kakus sering meluap keluar,sehingga menimbulkan bau yang membuat warga tidak nyaman.
“Kami meminta Bupati Aceh Utara dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk segera turun ke lokasi untuk melihat langsung kondisi riil di lapangan, termasuk melihat pembangunan huntara yang tidak layak huni,”pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....