Ibadah Kurban Idul Adha Bukti Nyata Ketakwaan Sosial
- 30 Mei 2026 20:02 WIB
- Lhokseumawe
RRI,CO,ID,Lhokseumawe — Momentum Hari Raya Idul Adha tidak hanya sekadar perayaan keagamaan tahunan, melainkan menjadi sarana penting bagi umat Islam untuk membuktikan dan memperkuat nilai-nilai ketakwaan.
Hal tersebut disampaikan oleh salah satu tokoh agama Kota Lhokseumawe, Tgk Ikhwansyah, dalam sebuah dialog interaktif pada hari kedua Idul Adha atau hari tasyrik pertama.
Menurut Tgk Ikhwansyah, Hari Raya Idul Adha memiliki keistimewaan tersendiri yang berbeda dengan Idul Fitri. Jika Idul Fitri disempurnakan dengan zakat fitrah, maka Idul Adha dihiasi oleh dua ibadah besar yang tertulis indah di dalam Al-Qur'an, yaitu ibadah haji dan ibadah kurban (udhiyah).
"Kurban ini adalah syariat yang sudah berlaku sejak masa Nabi Ibrahim AS, mengenang kembali sejarah penyembelihan Nabi Ismail AS yang kemudian digantikan dengan kibas, lalu menjadi syariat bagi umat Nabi Muhammad SAW," ujar Tgk Ikhwansyah, Sabtu 30 Mei 2026.
Lebih lanjut, Tgk Ikhwansyah menggarisbawahi bahwa ibadah kurban merupakan metode nyata untuk menguji dan membuktikan ketakwaan seseorang kepada Allah SWT. Merujuk pada Al-Qur'an Surah Al-Hajj ayat 37, ia mengingatkan bahwa Allah tidak melihat fisik dari hewan yang dikurbankan.
"Daging dan darah kurban itu tidak akan mencapai Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaanmu. Jadi, apa motivasi kita berkurban? Tentu bukan untuk ria, melainkan murni karena menaati perintah Allah," tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa implementasi ketakwaan dalam Idul Adha terbagi menjadi dua aspek penting, yaitu:
Aspek Hablum Minallah: Dibuktikan melalui ketaatan menjalankan ibadah salat dan penyembelihan kurban demi mengharap keridaan Allah.
Aspek Hablum Minannas (Ketakwaan Sosial): Diimplementasikan melalui pembagian daging kurban kepada masyarakat, khususnya kaum fakir miskin.
"Ini adalah bagian dari ibadah sosial. Agama menganjurkan kita untuk tolong-menolong dalam kebajikan, bukan dalam permusuhan. Kurban adalah bukti nyata kasih sayang kita kepada sesama," tambahnya.
Di akhir penyampaiannya, Tgk Ikhwansyah mengajak seluruh umat Islam untuk memanfaatkan momen Idul Adha sebagai ajang mempererat tali silaturahmi, saling mengunjungi, berbagi, dan saling memaafkan atas kekhilafan di masa lalu.
"Tidak sempurna iman seseorang sebelum ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri. Hari raya ini adalah bukti nyata dari cinta tersebut," pungkas Tgk Ikhwansyah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....