Memaknai Idul Adha dengan Amal dan Keikhlasan
- 29 Mei 2026 19:49 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Sebagai umat Islam, kita wajib mengetahui bahwa momentum Idul Adha menjadi salah satu waktu yang penuh makna bagi umat Islam di seluruh dunia. Sebagaimana yang dijelaskan Ustad Arif Rahmatillah dalam khotbah Jum'at 29 Mei 2026 di mesjid Baiturrahman kota Lhokseumawe, bahwa di hari pertama hingga akhir hari tasyrik, banyak umat Muslim memanfaatkan momen tersebut untuk memperbanyak ibadah, berbagi kepada sesama, serta mempererat silaturahmi. Idul Adha bukan hanya tentang penyembelihan hewan kurban, tetapi juga tentang menanamkan nilai keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari. Mereka yang mampu memanfaatkan hari-hari mulia ini dengan amal kebaikan dinilai sebagai orang-orang yang memahami hakikat Idul Adha secara mendalam.
Ustad Arif juga menambahkan, bahwa nilai tersebut juga tercermin dalam pelaksanaan ibadah haji yang setiap tahunnya mempertemukan jutaan umat Islam di Tanah Suci. Dalam Surah Al-Hajj ayat 27, Allah SWT berfirman, “Dan serulah manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki dan mengendarai unta yang kurus, mereka datang dari segenap penjuru yang jauh.” Ayat tersebut menggambarkan besarnya panggilan Allah kepada hamba-Nya untuk memenuhi seruan ibadah haji sebagai bentuk ketakwaan dan pengorbanan. Perjalanan panjang dan penuh perjuangan itu menjadi simbol kesungguhan seorang Muslim dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Selain itu, semangat Idul Adha juga berkaitan dengan kandungan Surah Al-Baqarah ayat 2 yang menyebutkan bahwa Al-Qur’an merupakan petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa. Ketakwaan itulah yang menjadi inti dari seluruh ibadah di hari raya kurban, baik melalui pelaksanaan salat Id, penyembelihan hewan kurban, maupun kepedulian terhadap kaum dhuafa. Banyak masyarakat memanfaatkan momen tersebut untuk berbagi rezeki, membantu tetangga, dan memperkuat kebersamaan di lingkungan sekitar sebagai bentuk implementasi nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan nyata.
Sebagai seorang muslim yang baik, kita harus memahami bahwa Idul Adha seharusnya menjadi ruang refleksi bagi umat Islam untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas keimanan. Hari-hari penuh keberkahan tersebut diharapkan tidak berlalu begitu saja tanpa makna. Dengan memperbanyak ibadah, menjaga hubungan sosial, dan menumbuhkan rasa syukur, umat Islam dapat menjadikan Idul Adha sebagai sarana memperkuat ketakwaan sekaligus menebarkan manfaat bagi sesama manusia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....