Konsumsi Gula Berlebih Dinilai Jadi Ancaman Kesehatan Masyarakat

  • 24 Mei 2026 15:03 WIB
  •  Lhokseumawe

RR.CO.ID, Lhokseumawe - Kebiasaan mengonsumsi gula berlebih tanpa disadari dinilai dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit, termasuk diabetes. Hal tersebut kembali menjadi perhatian publik setelah ramai diperbincangkan di media sosial.

Informasi itu dibagikan akun Instagram Folkative yang menyebut banyak masyarakat Indonesia mengonsumsi hingga empat sendok gula per hari tanpa menyadarinya. Kebiasaan tersebut disebut dapat berdampak pada kesehatan apabila terus berlangsung dalam jangka panjang.

Dalam unggahannya, Folkative menyebut Indonesia termasuk salah satu negara dengan jumlah kasus diabetes tertinggi di dunia. Karena itu, masyarakat diimbau mulai memperhatikan asupan gula harian serta kandungan gula dalam makanan dan minuman yang dikonsumsi.

“Many Indonesians don’t realize that they often consume up to four teaspoons of sugar a day without even noticing,” tulis Folkative dalam unggahannya.

Konsumsi gula berlebih umumnya berasal dari minuman manis, makanan kemasan, kopi susu, teh manis, hingga camilan tinggi gula yang dikonsumsi sehari-hari. Banyak masyarakat tidak menyadari jumlah gula yang masuk ke dalam tubuh karena kandungannya tersembunyi dalam berbagai produk olahan.

Berdasarkan anjuran Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, batas konsumsi gula harian yang disarankan untuk orang dewasa yakni sekitar 50 gram atau setara empat sendok makan per hari. Konsumsi berlebihan dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes tipe 2, hingga penyakit jantung.

Fenomena tingginya konsumsi gula juga dipengaruhi gaya hidup modern dan meningkatnya konsumsi minuman siap saji di masyarakat. Karena itu, masyarakat diimbau mulai membiasakan membaca label nutrisi serta memilih alternatif makanan dan minuman dengan kadar gula lebih rendah.

Unggahan tersebut menuai beragam respons dari warganet. Sebagian mengaku mulai mengurangi konsumsi minuman manis demi menjaga kesehatan, sementara lainnya menyebut kebiasaan mengonsumsi gula sering kali sulit disadari karena sudah menjadi bagian dari pola hidup sehari-hari.

Pakar kesehatan menyarankan masyarakat untuk menjaga pola makan seimbang, memperbanyak konsumsi air putih, serta membatasi makanan dan minuman tinggi gula guna menekan risiko penyakit tidak menular di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....