Buka UKWR Angkatan ke-35, Kapusbangkom RRI: Wartawan Harus Miliki Empati Tinggi
- 17 Mei 2026 09:19 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID,Lhokseumawe - Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi (Pusbangkom) Radio Republik Indonesia (RRI), Ade Irosadi, S.I.P., M.M., resmi membuka secara daring agenda Uji Kompetensi Wartawan Radio (UKWR) Angkatan ke-35 jenjang muda yang digelar di RRI Lhokseumawe pada Minggu 17 Mei 2026.
Acara berskala regional ini menjadi penutup dari rangkaian panjang pelaksanaan UKWR di Korwil 17 Aceh, yang sebelumnya telah sukses dimulai di RRI Banda Aceh.
Dalam laporan pembukanya, Kepala LPP RRI Lhokseumawe, Weny Zulianty, S.H., M.H., menyampaikan rasa syukur dan selamat datang kepada tim penguji serta jajaran Pusbangkom yang hadir. Ia memaparkan bahwa kegiatan ini berlangsung selama dua hari, yakni dari tanggal 17 hingga 18 Mei 2026.
"Dapat kami laporkan, peserta yang mengikuti kegiatan ini berjumlah 12 orang angkasawan-angkasawati. Mereka berasal dari berbagai lintas bidang, mulai dari bidang Layanan dan Pengembangan Usaha (LPU), bidang siaran, hingga bidang konten media baru," ujar Weny Zulianty.

Weny menegaskan, UKWR ini bukan sekadar proses mengukur kemampuan jurnalistik di atas kertas, melainkan bentuk komitmen nyata RRI dalam menyamakan standar kompetensi yang merata di wilayah Aceh sesuai dengan ketetapan Dewan Pers.
"Di tengah perkembangan teknologi informasi dan dinamika media yang semakin cepat, UKWR ini penting sekali untuk membangun dan menjunjung tinggi etika jurnalistik. Kita harus tetap menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipercaya oleh masyarakat," tambah Weny. Ia juga berharap para peserta memanfaatkan momen ini sebagai ruang belajar meningkatkan integritas diri.
Menanggapi hal tersebut, Kapusbangkom RRI Ade Irosadi dalam sambutannya melalui Zoom mengungkapkan bahwa pelaksanaan UKWR ini berawal dari keprihatinan Direktur Utama LPP RRI sejak pertengahan tahun 2025 lalu mengenai statistik jurnalis RRI yang belum tersertifikasi Dewan Pers.
"Walaupun tidak kita pungkiri, bermodalkan kartu pegawai saja kita sudah bisa ke mana-mana. Namun, tidaklah cukup dan tidaklah bangga kalau kita yang mengaku sebagai wartawan tidak memiliki kartu resmi dari Dewan Pers," tegas Ade Irosadi.
Ia juga mengapresiasi kegigihan tim penguji serta mengabarkan bahwa RRI bersama Dewan Pers sedang menggodok modul UKWR Cyber agar ke depan RRI bisa menyelenggarakan ujian kompetensi berbasis siber.
Kepada para peserta di RRI Lhokseumawe, Ade mengingatkan bahwa esensi utama menjadi wartawan adalah mengasah kepekaan sosial dan nurani melalui produk berita yang dihasilkan.
"Bertanggungjawablah sebagai wartawan. Ini bisa dilatih terkait news values (nilai berita) dan sense of values. Ketika Anda mampu melatih keterampilan itu, sama saja Anda sedang melatih empati—mampu merasakan apa yang dirasakan orang lain," jelasnya.
Di akhir arahan sekaligus membuka acara, Ade Irosadi berpesan agar RRI Lhokseumawe terus memperkuat posisinya sebagai Lembaga Penyiaran Publik yang berorientasi kepada negara dan masyarakat luas, bukan sekadar kepada pemerintah.
"Penting sekali menanamkan kemampuan empathic approach (pendekatan empati) ini. Mari kita mulai dari diri kita sendiri, khususnya di RRI Lhokseumawe," pungkas Ade.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi ujian intensif yang diikuti oleh ke-12 peserta di bawah pengawasan langsung tim penguji T. Haris Fadilah, S.I.Kom dan Sri Mawarti M.A.P, pembukaan tersebut turut dihadiri Kepala RRI Takengon Imam Taufik SE.M.M
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....