Go Green di Sekolah, Tren atau Kebutuhan?

  • 15 Mei 2026 19:50 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID Lhokseumawe – Kesadaran menjaga lingkungan kini mulai tumbuh di kalangan pelajar. Isu tentang gaya hidup ramah lingkungan atau go green di sekolah menjadi pembahasan dalam program SPADA (Selamat Pagi Teman Pro2) yang berlangsung melalu Zoom meeting bersama siswi SMA Negeri 1 Lhokseumawe, . Dalam obrolan tersebut, dibahas apakah budaya go green di sekolah hanya sekadar tren atau sudah menjadi kebutuhan penting bagi generasi muda saat ini.

Perkembangan isu lingkungan yang semakin sering diperbincangkan di media sosial membuat banyak pelajar mulai sadar pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sekolah. Berbagai kebiasaan sederhana mulai diterapkan, seperti membawa botol minum sendiri, mengurangi penggunaan plastik, hingga menjaga kebersihan kelas dan halaman sekolah. Langkah kecil ini dinilai menjadi awal terbentuknya budaya peduli lingkungan sejak usia muda.

Dalam perbincangan di SPADA, Nadia Uzhba menyampaikan bahwa penerapan gaya hidup go green di lingkungan sekolah saat ini bukan lagi sekadar mengikuti tren semata. Menurutnya, kondisi lingkungan yang semakin memprihatinkan membuat pelajar perlu memiliki kesadaran untuk ikut menjaga bumi melalui kebiasaan sederhana sehari-hari. Ia juga menilai sekolah memiliki peran penting dalam membentuk karakter peduli lingkungan kepada siswa.

Selain itu, berbagai kegiatan bertema lingkungan kini mulai sering dilakukan di sekolah, seperti kerja bakti, penghijauan, hingga kampanye pengurangan sampah plastik. Kegiatan tersebut tidak hanya memberikan edukasi kepada siswa, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman dan sehat. Dukungan dari guru dan pihak sekolah dinilai menjadi faktor penting agar kebiasaan baik tersebut terus berjalan secara konsisten.

Nadia juga menambahkan bahwa anak muda saat ini memiliki pengaruh besar dalam menyebarkan kesadaran lingkungan melalui media sosial. Menurutnya, kampanye sederhana yang dibuat pelajar dapat memberikan dampak positif dan mengajak lebih banyak teman sebaya untuk mulai peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar. “Kalau dimulai dari sekolah, dampaknya bisa lebih luas karena kebiasaan itu terbawa sampai ke kehidupan sehari-hari,” ujarnya saat dialog berlangsung.

Program SPADA di Studio Pro2 RRI Lhokseumawe menghadirkan pembahasan ringan namun edukatif mengenai pentingnya gaya hidup ramah lingkungan di kalangan pelajar. Melalui diskusi tersebut, diharapkan semakin banyak generasi muda yang memahami bahwa budaya go green bukan hanya sekadar tren sesaat, melainkan kebutuhan bersama untuk menjaga lingkungan tetap bersih, sehat, dan nyaman bagi masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....