Journaling: Tren Sesaat atau Kebiasaan Bermanfaat?

  • 30 Agt 2026 13:08 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID LHOKSEUMAWE — Journaling atau kebiasaan menuliskan pikiran, perasaan, pengalaman, hingga target harian kini semakin populer di kalangan anak muda. Aktivitas yang dulu identik dengan buku diary ini kembali diminati karena dianggap sederhana dan bisa dilakukan kapan saja. Bukan cuma soal menulis cerita sehari-hari, journaling juga dapat menjadi ruang untuk melakukan refleksi dan mengenali apa yang sedang dirasakan.

Dari sisi ilmiah, menulis secara ekspresif memang memiliki sejumlah potensi manfaat bagi kesejahteraan psikologis. Sebuah tinjauan sistematis yang terbit pada 2025 terhadap 51 penelitian menemukan manfaat yang paling konsisten terlihat pada aspek wellbeing dan emosi positif, seperti optimisme dan kebahagiaan. Namun, manfaat terhadap stres, kecemasan, maupun kesehatan fisik tidak selalu konsisten. Artinya, journaling bukan “obat” untuk semua masalah, tetapi dapat menjadi salah satu kebiasaan sederhana untuk membantu seseorang melakukan refleksi diri.

Bagi mahasiswa, journaling juga bisa menjadi cara untuk menuangkan berbagai aktivitas dan pikiran yang muncul selama menjalani perkuliahan. Salah seorang mahasiswa politeknik negeri Lhokseumawe Hafiz, mengatakan journaling membuatnya lebih mudah melihat kembali kegiatan dan hal-hal yang ingin diperbaiki. “Biasanya setelah menulis, saya jadi lebih tahu apa yang sudah dilakukan hari ini dan apa yang harus dikerjakan berikutnya. Rasanya pikiran juga lebih tertata,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Mutia, Menurutnya, journaling tidak harus dilakukan dengan tulisan panjang atau menggunakan buku khusus. “Saya lebih suka menulis hal-hal sederhana, seperti target hari ini, sesuatu yang saya syukuri, atau pengalaman yang menurut saya penting. Jadi tidak terasa seperti kewajiban,” katanya. Pendekatan seperti menulis tentang rasa syukur dan pengalaman positif juga termasuk teknik yang diteliti dalam penelitian mengenai expressive writing dan menunjukkan potensi manfaat terhadap wellbeing.

Pada akhirnya, journaling bisa menjadi tren yang bermanfaat selama dilakukan sesuai kebutuhan dan tidak dijadikan beban. Tidak ada keharusan menulis setiap hari dengan jumlah halaman tertentu. Yang terpenting adalah menjadikannya ruang untuk berhenti sejenak, mengevaluasi aktivitas, mengenali perasaan, dan menyusun langkah berikutnya. Jadi, journaling bukan sekadar tren anak muda, tetapi bisa menjadi kebiasaan reflektif yang sederhana selama dilakukan dengan cara yang nyaman dan realistis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....