Perkuat Ekonomi Umat Melalui Budaya Donasi
- 07 Mei 2026 16:57 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe — Seiring berbagai keterbatasan dan musibah yang melanda masyarakat, kekuatan donasi atau penggalangan dana publik (crowdfunding) dinilai menjadi instrumen penting dalam memperkuat keimanan sekaligus membantu sesama.
Dalam Islam, donasi atau infak memiliki cakupan yang lebih luas dibandingkan zakat. Jika zakat diperuntukkan bagi delapan golongan (asnaf) yang telah ditentukan, maka infak dapat diberikan kepada siapa saja yang membutuhkan tanpa memandang latar belakang ekonomi maupun status sosial.
Hal tersebut disampaikan ustadz Damanhur Abbas dikutip dari Youtube RRI Lhokseunawe Official , Senin 4 Mei 2026, dalam program acara Tausiah Sore.
“Donasi yang sangat dianjurkan adalah segala bentuk bantuan yang dapat menambah keimanan kepada Allah dan Rasul-Nya. Hari ini, ketika musibah seperti banjir atau bencana alam terjadi, kekuatan donasi perlu diperkuat karena adanya berbagai keterbatasan,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya konsep crowdfunding atau penggalangan dana berskala kecil yang jika dikumpulkan secara kolektif mampu memberikan dampak besar bagi masyarakat. Salah satu contoh nyata, dilakukan oleh Baitul Mal Kota Lhokseumawe melalui program pemberdayaan ekonomi bertajuk “Ubiku”.
Program tersebut membantu petani ubi melalui akad salam atau pembelian di muka, sekaligus memberdayakan ibu rumah tangga dan para janda untuk mengolah hasil panen menjadi kerupuk opak dengan kemasan yang lebih menarik dan variasi rasa modern.
“Kita ingin memutus mata rantai keterbatasan itu. Petaninya dibantu modal, lalu produksinya dikemas lebih menarik agar memiliki nilai jual tinggi. Di sinilah peran infak dan donasi masuk untuk mewujudkan program produktif bagi masyarakat,” tambahnya.
Sementara menanggapi kekhawatiran terkait penyalahgunaan dana donasi, Ustadz Damanhur mengimbau agar masyarakat menyalurkan bantuan melalui lembaga resmi dan transparan.
“Jangan pernah berdonasi ke lembaga yang tidak resmi atau tidak transparan. Pastikan programnya jelas, output-nya terukur, dan penerima manfaatnya nyata,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa donasi tidak selalu berbentuk uang. Segala bentuk dukungan yang membawa kemaslahatan, seperti membantu pengurusan sertifikat tanah wakaf masjid hingga pelatihan content creator bagi generasi muda untuk meningkatkan keterampilan hidup, juga termasuk bentuk donasi yang bernilai.
Di akhir tausiahnya, Ustadz Damanhur mengajak masyarakat untuk terus berlomba-lomba dalam kebaikan selama masih diberikan kesempatan hidup.
“Ayo berlomba-lomba berdonasi selagi Allah masih memberikan kesempatan. Ketika nyawa sudah dicabut, kita tidak bisa kembali untuk mengulang kesempatan berbuat baik,” tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....